Rabu, 01 Desember 2010

Sebelum Tahun Berganti

“Indah sekali langitnya” batin arif sambil menengadahkan kepalanya menikmati hamparan pemandangan yang memukau.
Memang pagi itu langit ibu kota sangat cerah. Bulan dan bintang bercanda di ufuk langit seolah menemani manusia-manusia shubuh berangkat memenuhi panggilan illahi.


Jadi teringat saat-saat di kampung halaman.
Malam sebelum tidur dia biasanya menyempatkan diri duduk di halaman samping rumahnya. Langit cerah menemani kesendirian sambil merenungi kebesaran illahi.
Memandangi langit bertabur jutaan bintang dan bulan mendamaikan hatinya,
Tak jarang sesekali di lihatnya ada bintang-bintang jatuh.

“Subhanallah, keren…..” begitu gumamnya.
Diamatinya rasi-rasi bintang yang menandai arah langit.
“Indah dan kadang bikin merinding, dan kadang diri merasa sangat kecil tatkala memandangi langit yang luas membentang tanpa tiang”
………………………………………………..
Dan pagi yang indah itu bulan tergantung gagah berbentuk sabit. Runcing kedua ujungnya yang tampak semakin menawan dengan venus dibawahnya. Taburan rasi bintang juga menyemarakkan suasana shubuh. Mereka bertasbih dengan caranya masing-masing.

Dan disaat makhluk-makhluk Allah bertasbih memuji kebesaranNya, masih banyak manusia yang terlelap didalam mimpinya, masih banyak manusia yang rela telinganya dikencingi syetan.
………………………………………………..
Bulan sabit itupun menyadarkanku bahwa sudah akan ada pergantian bulan.
Dzulhijjah akan segera berakhir dan akan berganti denganh Muharram. Ini artinya selain pergantian bulan juga akan terjadi pergantian tahun.

“Ya Allah, cepat sekali waktu ini berjalan, kok tiba-tiba udah mau ganti tahun”
“perasaan, baru kemarin menyambut tahun baru Islam di kampung halaman, sekarang udah mau ganti tahun lagi. Tapi sekarang menyambutnya dari tanah rantauan.”
Kubuka kembali tumbukan-tumpukan berkas di dalam pikiran. Kucari target-target yang kutulis tahun lalu.”

Kubaca satu persatu, kuteliti dari awal sampai akhir.
Dan Subhanallah, sudah banyak yang tercapai. Walaupun belum semua.
Kaget, takjub, dan ga nyangka.
Bagaimana bisa semua itu tercapai??
Hanya Allah Yang Maha Mengatur yang bisa membuat itu tercapai.

Sungguh luar biasa memang, mungkin ini salah satu fenomena “law of attraction” atau hukum tarik menarik.
Ketika kita memikirkan sebuah keinginan, dengan tekad kuat ingin mencapainya dan seolah-olah sudah merasakan bahwa keinginan itu sudah tercapai.
Dan tiba-tiba, suatu saat kita akan terkejut bahwa apa yang kita inginkan benar-benar tercapai. Karena Allah yang mengaturnya. Dan Tentunya ada usaha kita didalamnya, disadari maupun tidak.

Mungkin teman-teman juga pernah mengalaminya. Ketika sangat menginginkan sesuatu, tiba-tiba trekabulkanlah keinginan itu dari jalan yang tidak kita sangka-sangka.
So, make your plan, then be positive thinking.
Karena Allah pun sesuai persangkaan hambaNya.
……………………………………………
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
"Aku mengikuti sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepadaKu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
…………………………………………….
Di sisi lain, kucoba flasback waktu-waktu yang telah berlalu.
Senyum pun tersungging di bibir, teringat kejadian lucu dan perilaku bodoh yang terjadi.
Tapi kesedihan juga ikut serta, tatkala pikiran menerawang berbagai musibah yang menimpa diri, keluarga, teman, dan bangsa.
Dan tak lupa penyesalan sangat terasa. Bahwa ternyata masih banyak waktuku yang terbuang percuma.
Potensi waktu sebagai anugerah luar biasa dari Illahi, tak bisa kumanfaatkan untuk hal-hal produktif.

Masih banyak waktu yang berubah menjadi potensi dosa.
Masih banyak rasa malas yang menjangkiti.
Masih banyak pembenaran-pembenaran yang dibuat-buat untuk menutupi kesalahan.
Masih banyak rasa iri dan dengki yang menjangkiti hati,
Masih ada rasa sombong dan riya dalam beramal.
masih banyak yang lainnya.
Dan penyesalan hanya ada di belakang.
……………………………….
Mungkin ku butuh waktu untuk merenung. Waktu khusus yang dikondisikan untuk flashback masa yang terlewat dan merencanakan masa yang akan dilewati.
Tinggal beberapa hari sebelum berpisah dengan tahun ini.

Harus kusempatkan waktu. Tak boleh hanya mencari waktu luang, tetapi harus meluangkan waktu.
Karena Ini hal penting.

Saranya bertaubat pada Allah atas semua kelalaian yang terjadi,
Juga diiringi penyesalan dan pengambilan hikmah atas yang terjadi.
Dan jangan lupa sertakan pula dengan langkah konkrit agar tidak terjadi lagi.
…………………………………………
“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok hari.
Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
Luqman :34
…………………………………….
Tetapi jangan berlarut-larut denagn kesedihan itu,
Angkat sedikit bibirmu, tersenyumlah pada diri,
Segera tatap tahun depan dengan jiwa baru.
Segera tetapkan target yang ingin kau capai. Peningkatan diri yang kau canangkan, dan hal-hal baru yang harus kau kuasai.

Perencanaanmu akan mempermudah dan membuatmu lebih bersemangat menatap masa.
Siapkan, perbaiki, dan bekali diri agar menjadi pantas untuk menerima berbagai anugerah luar biasa yang Allah siapkan.

Bismillah


Selamat tahun baru,
Khomsun mohon maaf lahir batin

0 komentar:

Posting Komentar