Kamis, 18 November 2010

Adzan kok di dalam kereta .....!!!!


Seperti biasa, kereta api ekonomi adalah salah satu guru terbaik dalam hidupku. Di dalamnya aku belajar mengenai penerapan ilmu yang telah kupelajari, terutama ilmu tentang kesabaran, keikhlasan, istiqomah, dll.

Setelah liburan di kampung halaman, aku balik ke Jakarta naik kereta api Brantas (kelas ekonomi). Cukup dengan Rp 39.000, sudah sampai Jakarta. Murah meriah.

Biasanya sih susah untuk dapat tempat duduk. Mungkin kali ini agak sepi, jadi masih kebagian tempat duduk, Alhamdulillah. Aku berangkat bersama dengan 3 orang teman, tapi tempat dudukku terpisah dengan mereka.

Sekitas pukul 15.00 Kereta api berangkat dari stasiun Madiun dan melaju menyusuri rel yang mengembang akibat terus-menerus tersengat terik sang mentari.

Stasiun Ngawipun sudah siap kami singgahi, kereta berhenti dan banyak penumpang baru yang masuk. lumayan penuh juga ni kereta. Aku masih sibuk dengan buku bacaan yang memang kusiapkan (ketika naik kereta biasanya kusiapkan buku untuk menemani perjalanan, biar tidak bosan).

Diantara penumpang yang baru naik, aku mengamati seorang laki-laki yang mengenakan baju gamis plus kopyah. Beliau menyambangi setiap tempat duduk, dengan santun beliau menanyakan apakah tempat duduk tersebut kosong atau tidak? Lama juga beliau mencari kursi yang masih kosong. Akhirnya beliau mendapatkan tempat duduk 2 kursi dibelakangku.

Perjalanan kembali seperti biasa kembali dan aku kembali melanglang buana, terbang bersama dengan buku bacaanku. Hingga mejelang pukul 18.00 (ketika waktu maghrib masuk) aku tersentak kaget. Saat itu hatiku benar-benar terpana dan kagum. Aku mendengar lantunan indah suara dari dalam gerbong kereta. Telingaku menangkap sebuah alunan nada penyejuk hati.

Allahu Akbar…Allahu Akbar….
Allahu Akbar…Allahu Akbar….
Asyhadu ala ilaha illallah….

Lantunan adzan menggema di gerbong kereta. Itu bukan suara tape atau suara radio, tetapi itu adalah suara asli manusia. Sumber suara berasal dari belakang tempat dudukku. Seketika itu aku menoleh kebelakang dan kudapati lelaki bergamis tadi berdiri kokoh sambil melantunkan adzan Maghrib. Hatiku langsung tergerak dan bertekad bahwa aku menjawab panggilan itu dan segera ikut sholat bersama dengan lelaki tadi.
Luar Biasa ………

selesai mengumandangkan adzan, lelaki tadi mengajak semua penumpang untuk melaksankan sholat maghrib sambil menjelaskan keutamaan sholat dan ancaman meninggalkan sholat. Dengan perasaan yang masih kagum aku segera bangkit dari tempat dudukku dan menghampiri beliau. Aku meminta izin untuk wudhu dulu, agar tidak ketinggalan sholat berjamaah bersama beliau.

Sekitar 10 menit beliau mengajak penumpang untuk sholat jamaah, tetapi yang berkenan memenuhi panggilan itu sungguh mencengangkan. Dari sekitar 100 orang dalam gerbong itu, yang bersedia memenuhi panggilan itu hanya sekitar 6 orang, dan Alhamdulillah kami (aku dan beberapa temanku) termasuk salah satunya.

Saat itu aku bingung, bagaimana kami akan sholat berjamaah. Tempat tidak memungkinkan dan pedagang asongan terus lalu lalang. Lelaki bergamis tadi ternyata sudah mengkondisikan suasana, beliau meminta kepada para pedagang asongan untuk tidak lewat selama pelaksanaan sholat. Dan pedagang asongan itu bersedia. Beliau lalu menggelar koran di lorong kecil diantara tempat duduk dan berdiri untuk mengimami sholat maghrib jamaah, sedangkan kami sebagai makmum hanya bisa duduk di kursi dibelakang beliau.

Terlepas dari perdebatan para ulama tentang sholat di kendaraan, saat itu aku merasakan sensasi yang luar biasa. Untuk pertama kalinya aku sholat berjamaah di dalam kereta api ekonomi. Ini adalah moment langka yang belum tentu bisa aku ulangi lagi. Yang jelas saat itu hatiku terbuai penuh kekaguman atas karunia Allah yang mempertemukan aku dengan sosok lelaki tangguh yang sangat gigih memperjuangkan perintah Illahi.

Suasana kereta saat itu memang cukup ramai, tapi aku tidak tahu bagaimana perasaan penumpang lain ketika kami melaksanakan sholat berjamaah. Apakah mereka tersentuh, cuek atau biasa aja. Hanya Allah yang mengetahui segala isi hati.

Setelah sholat maghrib jamaah dan dzikir secukupnya, kami berbincang-bincang tentang berbagai macam masalah. Akhirnya aku tahu bahwa lelaki itu bernama Mukhlis (klo tidak salah). Kami ngobrol masalah agama, dakwah, ibadah, kepedulian, dll. Untuk pertama kali juga aku merasakan suasana Liqo di dalam kereta api, yang secara teori tidak memungkinkan untuk melaksanakan hal itu. Banyak ilmu baru kudapatkan dari pengalaman-pengalaman dakwah baliau. Aku jadi tertantang untuk mempunyai semangat juang seperti beliau.

Akhirnya dengan sedikit malu, aku meminta izin untuk mengumandangkan adzan ketika isya nanti. Belilau langsung mengizinkanku. Wah, angin mana yang mendorongku untuk mengatakan hal itu. Semoga ini bersumber dari kekuatan yang Allah anugerahkan, dan bukan dari dorongan nafsu riya’.

Lima menit sebelum masuk waktu isya pak mukhlis mengingatkanku untuk adzan. Hatiku pun mulai deg-degan. Walaupun sudah pernah adzan di masjid, tetapi aku belum pernah mengumandangkan adzan di dalam tempat yang penuh dengan manusia dengan kesibukannya masing-masing. Bagaimana harus kumulai untuk membuka mulut ini.

Bagaimana perasaan penumpang lain, apakah mereka akan mengumpatku, menganggapku orang aneh, atau malah menganggapku sebagai pengganggu perjalanan mereka. Itulah bayangan-bayangan negative yang terlintas dalam pikiranku.

Akhirnya waktu isya sudah tiba. Aku menghela nafas dalam-dalam. Kucoba membuang rasa grogi ini. Dengan ucapan bismilah aku bangkit dari tempat dudukku dan berdiri untuk mengumandangkan adzan isya.
Hatiku kembali goyah ketika mataku menatap penumpang yang sibuk mengobrol dan pedagang asongan yang berlalu lalang sambil berteriak-teriak menawarkan dagangannya.

Dalam hati aku berpikir bahwa suaraku harus lebih lantang dari obrolan penumpang dan teriakan pedagang asongan. Karena saat itu aku akan menawarkan barang dagangan yang jauh lebih berharga, yaitu perdagangan dengan Allah untuk mengajak manusia melaksanakan ibadah pada Nya.

Kupejamkan mataku dan mulai kubuka mulutku…..

Allahu Akbar…Allahu Akbar….
Allahu Akbar….Allahu Akbar….
Asyhadu ala ilaha illallah…

Mataku masih terpejam, akuk tidak berani membuka mata karena takut melihat rona dan sikap penumpag lain yang mendengarkan suara adzanku.
Ketika melantunkan Hayya ‘alassholah…aku mulai berani membuka mata.

Ternyata sikap penumpang lain cuek-cuek saja. Hanya ada beberapa penumpang yang khusyu mendengarkan.
Alhamdulillah adzan selesai dikumandangkan. Sebuah sensasi luar biasa yang terjadi dalam hidupku. Pak Mukhlis kembali megajak penumpang dan pedagang asongan untuk sholat berjamaah.

Kamipun melaksanakan sholat Isya berjamaah. Setelah itu kami ngobrol sebentar dan aku minta didri untuk kembali ketempat dudukku.

Sungguh, hari itu adalah hari spesial dalam hidupku. Sebauah kenangan indah yang kan menjadi sebuah catatan manis dalam perjlanan usia ini. Semoga kejadian itu dapat menjadi salah satu ibadah yang dapat kubangga-banggakan ketika aku mengnhadap Allah Ta’ala di yaumul hisab nanti.
Semoga Allah mengaruniakan keberkahan kepada Pak Mukhlis yang telah berkenan memberikan ilmu dan pengalaman baru yang tak tergantikan.

Aku selalu berharap ketika naik kereta ekonomi, aku akan bertemu Pak Mukhlis- Pak Mukhlis yang lain.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau mengajariku dengan cara yang sangat indah…..






Based on true story


Khoms 220409

Read More......

Persetan.....kau syetan


Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman yang bisa kita jadiin acuan buat perbaikan diri kita selanjutnya.

Tiap orang pasti ingin berubah menjadi lebih baik. Dan perubahan itu butuh pengorbanan.
Fitrah manusia menginginkan segala sesuatu yang cepat, murah, mudah, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Itulah manusia.
Tetapi, apakah dengan bermalas-malasan, kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik???

NO FREE LUNCH man!!!

Kita tahu klo syetan adalah musuh sejati manusia. Dahulu kala, syetan berhasil membujuk kakek kita untuk melanggar perintah Allah. Gara-gara ngikutin bujukan syetan, adam as diusir dari surge.
Itulah kerjaan syetan, ga ada bosen-bosennya godain manusia.
Kita tahu kalo ngikutin ajakan syetan ujung-ujungnya yang sengsara kita sendiri. Ga ada manfaatnya.

Sadar ato ga sadar, kita sering terjebak dalam rayuan itu. Asal tau aja, rayuan syetan itu lebih dasyat dari pada rayuan wanita. Dan seringnya dalam liukan rayuan wanita, syetan ikut andil di dalamnya.

Dari hal-hal kecil harus kita bisaakan untuk berlindung pada Allah dari bujukan syetan.
Misalnya aja

Kalo mau makan kita ga berdoa dulu, maka syetan ikutan makan bareng kita. Ngeri kan….
Kalo makanan kita ga kita habiskan dan masih sisa. Lha, itu jatahnya syetan.
Kalo masuk rumah kita tidak salam, syetan nimbrung ma kita
Klo suami istri tidak berdoa sebelum “beribadah”, maka syetan ikutan bergulat disitu….
Dan masih banyak yang lainnya.

Okelah, segini dulu aja ya.
Yuk kita tuliskan dalam hati ma pikiran kita “Persetan kau Syetan….”, “ga mau lagi gue ngikutin loe..”
Janngan sampe kita malah jadi tentara syetan yang membantu mereka menggoda dan membujuk temen-temen kita untuk jauh dari Agama Allah..
Oke….

Afwan kalo ada yang kurang berkenan, ni lagi mencoba menulis dengan bahasa yang tidak biasa.

“ASLIM TASLAM”
‘berislamlah kamu, niscaya engkau akan selamat”
Read More......

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

STAN adalah PTK diabawah Kementrian Keuangan untuk lulusan SMA/MA/SMK dengan program studi :
1.Prodip I / III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai
2.Prodip III Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara
3.Prodip III Keuangan Spesialisasi Pajak
4.Prodip III Keuangan Spesialisasi Piutang dan Lelang Negara
5.Prodip III Keuangan Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan
6.Prodip III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

Prodip I selama 1 tahun (2 semester), bertempat di Kampus STAN Jakarta dan di Balai Diklat Keuangan yang terdapat di 8 daerah, yaitu di Medan, Palembang, Yogyakarta, Malang, Balikpapan, Makassar, Cimahi dan Manado.
Prodip III selama 3 tahun (6 semester), bertempat hanya di Kampus STAN Jakarta Jl. Bintaro Utama Sektor V, Tangerang Selatan

Lulusan STAN akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditempatkan di instansi-instansi dalam lingkungan
  • Kementrian Keuangan dan 
  • instansi pemerintah pusat maupun daerah 
  • BPK, 
  • BPKP, 
  • Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, 
  • Direktorat Jenderal Pajak, 
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, 
  • Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, 
  • Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, 
  • Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan 
  • instansi lain di lingkungan Kementerian Keuangan.

Fasilitas :
1. Tidak dipungut biaya pendidikan (gratis total)
2. Mendapat uang saku di tahun akhir.
3. Mendapat pinjaman buku dari perpustakaan
4. Mendapat buku tulis.
5. Unit Kegiatan Mahasiswa (BEM, BLM, LDK, HMS, dll)
6. Setelah lulus, diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)


Syarat Kelulusan :

Insya Allah lulusnya gampang. Jangan sampai kena hal-hal yang nyebabin DO, antara lain :
1. Absen
Kehadiran kuliah minimal 80% dalam 1 semester pada setiap pelajaran. Biasanya 1 semester ada 16 pertemuan setiap pelajaran. Jadi maksimal ketidakhadiran yang diperbolehkan adalah 3 kali.

2. Indeks Prestasi (IP)
IP minimal pada semester ganjil adalah 2,40
IPK minimal pada semester genap adalah 2,75


SYARAT PENDAFTARAN STAN 2011
  1. Berijazah SMA/MA/SMK semua jurusan tahun 2009, 2010, atau 2011.
  2. Nilai rata-rata “Ujian Tulis [gabungan antara Nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS)]” pada Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.
  3. Umur berdasarkan tanggal lahir yang tercantum dalam Ijazah/Ijazah Sementara/STL/SKHU tidak lebih dari 21 tahun pada tanggal 1 September 2011.
  4. Tidak cacat badan dan bebas dari narkoba
  5. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan.
  6. Khusus untuk Program Diploma III dan I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, ditambahkan persyaratan sebagai berikut:
  • Berjenis kelamin laki-laki;
  • Tinggi badan minimal 165 cm;
  • Tidak buta warna;
  • Bagi yang memiliki mata minus, tingkat minus mata yang diperbolehkan maksimal adalah minus 3 dan tidak silindris;
  • Bagi mereka yang dinyatakan lulus ujian tertulis, harus mengikuti dan lulus tes kesehatan dan kebugaran yang tempat pelaksanaannya akan diumumkan lebih lanjut.

STATISTIK PENDAFTAR DAN MAHASISWA YANG DITERIMA

Tahun
2006
2007
2008
2009
2010
Pendaftar
119,618
125,770
95,365
88,749
113,857
Diterima
2,787
1,709
2,325
2,336
3,770

Persaingan masuk STAN sangat ketat. Jadi, Persiapkan diri sejak awal untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Read More......

Sabtu, 13 November 2010

Keledai berjubah Singa

Seekor keledai berjalan-jalan di pinggiran hutan. tanpa sengaja dia menemukan sebuah kulit singa yang telah ditinggalkan oleh sang pemburu di dalam hutan.
Dia kemudian memakai kulit singa itu dan menghibur dirinya dengan cara bersembuyi di semak-semak lalu tiba-tiba meloncat keluar untuk menakut-nakuti binatang yang lewat di tempat itu.


Semua binatang yang kebetulan lewat, menjadi takut dan lari dari tempat itu ketika melihat keledai yang mereka kira singa.

Keledai tersebut begitu senang melihat semua binatang lari menjauh darinya, seolah-olah dirinya adalah raja hutan, sehingga karena terlalu bangga dan senangnya, dia mulai mengaum dengan keras, tetapi bukanlah auman singa yang keluar dari mulutnya, melainkan cuma ringkikan keledai yang parau.
Seekor rubah yang tadinya ikut lari bersama dengan binatang lainnya, menjadi terhenti ketika mendengar suara itu.

Perlahan-lahan dia mendekati keledai itu dan menyadari bahwa yang menakut-nakuti seluruh binatang yang lewat di tempat itu hanyalah seekor keledai yang memakai kulit singa.

Rubah itu kemudian berkata sambil tertawa:
"Jika kamu menutup mulutmu, mungkin saya akan berlari ketakutan juga. Tetapi kamu kamu malah mengaum dan mengeluarkan suara ringkikanmu yang parau."

akhirnya binatang-binatang yang semula lari ketakutan itu mendekat dan mengejek si keledai.

Orang bodoh mungkin bisa menipu dengan pakaian dan penampilannya, tetapi dari perkataanya, orang lain akan segera tahu siapa dirinya sebenarnya.

Read More......

Bonds of Love


Why Are You So Sad
And Why is It So Bad
When Some One Leaves You Behind

Wont You Ever Know
Dont You Realize
Its Just A Part Of Life

When You fall in Love
With Some One Some Time
Its Smile With A Broken Heart

Oh falling in Love
With Allah
The Bonds Of Love Survive

No Mountain Too High When Theres Way
Come To Allah Youll Never fail
The Truths So Close It Shall Prevail

Allah..We Belong To You
And Everything We Do
We Do It All for You

Allah...Always By Our Side
Guiding Us To The Light
Everything Shines Bright
No Matter Day Or Night





Bonds of Love by Raihan
Read More......