Tampilkan postingan dengan label islamy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islamy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2009

BOLEHKAH AKU BELI WAKTUMU?

Pagi....siang...sore...malam...
Eh, udah pagi lagi..
Siang....sore...malam...
Eh, udah esok hari......
itulah waktu, begitu cepat berlalu dan takkan pernah kembali
....................................................

Maha Suci Allah yang berkenan mengembalikan nyawa ini setelah melanglang buana di alam mimpi.
Maha Suci Allah yang mengizinkan mata ini tebuka untuk bisa menikmati indahnya dunia.
Maha Kuasa Allah yang mengatur seluruh urusan makhluk untuk beraktivitas menjemput ridlo dan kasihNya.
Segala Puji bagi Allah yang menciptakan Waktu sebagai salah satu dimensi kehidupan manusia

............................................................

Ketika sang fajar mulai menampakkan biasnya, manusia terbangun dengan berbagai harapan dan cita. Bukan dengan tangan hampa Allah menghidupkan kita di pagi itu. Allah Yang Maha Pemurah menmbekali kita dengan modal yang sangat berharga berupa 24 jam waktu.
Setiap orang mendapatkan jatah yang sama. Tidak kurang, tidak lebih.
...........................................................

Detik...menit...jam....berlalu seiring aktivitas kita

Ada orang yang sibuk sekali, bahkan sampai lupa waktu, lupa makan. Dan yang lebih parah sampai lupa keluarga dan kebahagiaan. Baginya, hidup dan waktunya hanya untuk pekerjaan semata.

Ada orang yang bisa membagi waktu, mana untuk dunia dan mana untuk menghamba pada Sang Khalik. Bagi mereka waktu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan semaksimalnya. Karena ada mekanisme pertanggungjawaban di akhir nanti. Siang hari mereka bagai singa yang aktif memburu mangsanya, sedangkan ketika malam tiba, mereka tersungkur bersujud menghamba pada Dzat Penguasa Semesta.

Ada juga orang yang bingung untuk menghabiskan modal waktu tersebut. Bagi yang sedikit kreatif, mereka akan memutar otak dan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yanng produktif dan bermanfaat.

Tetapi betapa lebih banyak dari kita yang menghabiskan waktu luang itu dengan bermalas-malasan, membicarakan orang lain, tidur panjang, dan kegiatan yang kurang bermanfaat lainnya.
Betapa sia-sia kehidupannya.

Inilah dilema hidup kita...
Di sati sisi ada orang yang merasa kurang dengan 24 jam itu (si sibuk)
Di sisi lain lebih banayk orang yanng merasa 24 jam itu terlalu banyak dan merasa bingung untuk menghabiskannya (si malas).

Jika saja suatu saat, Allah mempertemukan si sibuk dan si malas, mungkin dengan semangat si sibuk berkata pada si malas..

BOLEHKAH AKU BELI WAKTUMU?
Karena aku sangat membutuhkannya. Masih banyak amanah dan hak ummat yang belum kutunaikan.
Masih banyak kewajibanku yang terlalaikan.

BOLEHKAH AKU BELI WAKTUMU?
Dengan waktu itu aku bisa bertobat atas segala dosaku di masa lalu.
Aku ingin bertobat untuk menghapus dosa-dosaku.
Aku ingin minta maaf pada orang-orang yang pernah kudzolimi.
Aku tidak ingin penyesalan menghantuiku.
Aku malu, jika Izrail menjemputku, diriku masih berlumuran dosa.
Karena kematian tidak mengenal penundaan. Kematian tidak bisa dialihkan.

BOLEHKAH AKU BELI WAKTUMU?
Dari pada waktumu sia-sia tiada makna..
Dari pada waktumu menimbulkan potensi dosa,
berikanlah padaku..
Aku sangat membutuhkannya...

BOLEHKAN AKU BELI WAKTUMU?
Karena aku sangat ingin menikmati Ramadhan ini lebih lama..
Satu bulan terasa cepat berlalu
Satu bulan waktu yang kurang bagiku, bahkan aku ingin seluruh bulan adalah Bulan Ramadhan.
Masih banyak hal yang ingin kulakukan dibulan yang mulia ini...

BOLEHKAH AKU BELI WAKTUMU?
Itulah kawan,
Waktu sangat berharga..
Selamilah relung jiwamu..
Temukan potensi-potnsimu untuk bisa kau kembangkan di saat luangmu..
Jangan biarkan waktu berlalau sia-sia..
Jangan biarkan dia hilang tanpa makna..
Dan jangan biarkan waktumu menjadi potensi dosa yang menjerumuskan diri ke neraka....


MASIHKAH KITA RELAKAN WAKTU KITA UNTUK HAL YANG SIA-SIA??

Jika masih ada, IZINKAN AKU BELI WAKTUMU....


Wallahu ‘Alam

KHOMSUN dan KELUARGA MOHON MAAF atas segala KHILAF..
Taqobalallahu mina wa minkum....

Ya Allah izinkan kami untuk bisa menikmati Ramadhan tahun depan....
Read More......

Sabtu, 01 Agustus 2009

Kok Susah ya Ngeluarinnya???

Sholat Fardlu ada lima waktu, Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Sedangkan sholat sunah ada banyak macamnya. Sholat sunnah Tahajud, Witir, Dluha, Rawatib, Istisqo, Istikhoroh, dll. Bahkan ada sholat sunnah mutlak.
Sebagai orang beriman, mungkin sebagian dari kita akan melaksankannya dengan ringan. Dan akan menjadikannnya sebagai amaliyah harian dan ibadah tambahan bagi kita.

Puasa yang wajib adalah satu bulan ketika Ramadhan. Sedangkan puasa sunnah ada banyak macamnya dan jumlahnya jauh lebih banyak dari pada bulan Ramadhan. Ada puasa senin-Kamis, puasa tengah bulan, puasa Nabi daud as, Puasa Arofah, dll. Dan sebagai umat islam kita juga merasa ringan melakukannya.

Haji bagi yang mampu, kewajibannya hanya sekali. Tetapi banyak orang kaya yang berhaji berkali-kali, bahkan selalu umrah setiap tahun. Haji kedua, ketiga, dan seterusnya adalah sunnah. Dan itupun juga sering dilakukan oleh ummat muslim yang mampu.

Zakat, kewajiban kita adalah 2,5% dari harta yang sudah sampai pada nishobnya. Di sisi lain zakat dalam versi yang sunnah ada banyak macamnya, seperti infak, sedekah, dll.
Jika untuk ibadah-ibadah lain, umat muslim dengan rela menambah kewajibannya dengan ibadah sunnah. Tetapi mengapa untuk masalah mengeluarkan harta di jalan Allah, ummat muslim merasa enggan melakukannya. Dan sering kita berkata bahwa cukuplah 2,5% dari hartaku ini. Padahal hartanya lebih dari cukup.
Memang kalau harta sudah berada di tangan, akan sangat sulit untuk mengeluarkannya, kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa dan terlatih.

Kita akan rela sholat terus sepanjang malam atau bahkan puasa terus-menerus. Tetapi untuk mengeluarkan infak/sedekah, kita main hitung-hitungan dulu.

HARTA adalah milik ALLAH
ALLAH menitipkan sebagian harta itu pada MANUSIA
ALLAH menyuruh MANUSIA menginfakkan sebagian HARTA itu di JALAN ALLAH

ALLAH yang PUNYA…
ALLAH yang MENYURUH....

Terus apalagi alasan MANUSIA untuk menolak perintah itu????


Wallahu ‘Alam Read More......

Senin, 06 Juli 2009

NAFSU vs PUASA.......ente jagoin yg mana?

jagoin yg mana?

Menahan Gejolak Nafsu dengan Puasa

Puasa adalah salah satu cara dalam mengendalikan nafsu dan syahwat sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yang telah memiliki ba'ah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung." (HR Muttafaqun 'alaih).

Puasa apa saja, baik yang wajib maupun yang sunnah yang bila dilakukan dengan benar bisa mengendalikan nafsu dan syahwat.

Di antara puasa sunnah adalah

  1. Puasa Senin Kamis yang sangat besar nilai pahalanya.
  2. Puasa Ayyamul Biidh, yaitu puasa tiga hari dalam sebulan setiap tanggal 13, 14 dan 15 (bulan hijriyah).
  3. Puasa Daud, yaitu puasa berselang-seling setiap hari, dll

Puasa Bisa Menahan Nafsu untuk Sementara

Tetapi perlu diingat bahwa puasa ini hanya mengendalikan nafsu dan syahwat untuk sementara saja, bukan menghilangkan atau memusnahkannya. Sebab nafsu dan syahawat itu adalah bagian dari kelengkapan seorang manusia. Tanpa adanya nafsu dan syahwat, maka tidak bisa dikatakan manusia.

"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada syahwat (apa-apa yang diingini), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." (QS Ali Imran: 14)

Nafsu dan syahwat yang sudah menjadi bagian utuh dari seorang manusia oleh syetan kemudian dikembangkan sehingga menjadi faktor dominan. Syetan dalam misinya akan selalu dan disenantiasa berusaha untuk menggoda keimananan lewat nafsu dan syahwat yang membara. Salah satu caranya adalah dengan membuat tergoda dengan pesona wanita yang bukan haknya. Rasulullah SAW pernah bersabda,

"Sesungguhnya wanita menghadap dalam bentuk syetan. Barang siapa yang mendapatkan hal itu, hendaklah ia mendatangi istrinya karena hal tersebut akan memperlemah perasaan yang ada dalam dirinya." (HR Muslim, Abu Daud dan Tirmidzy).

Imam An-Nawawy ketika mengomentari hadits ini berkata, "Sebuah isyarat kepada hawa nafsu dan mengajak kepada fitnah karena Allah menjadikan dalam jiwa setiap lelaki kecenderungan untuk mencintai wanita, dan rasa nikmat ketika memandanginya. Dalam kondisi itu, baginya wanita seperti menyerupai syetan karena dapat mengajak kepada kejahatan dengan bisikannya."

Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah telah menuliskan bagi anak-anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti akan mendapatkanya. Zinanya mata memandang yang diharamkan, zinanya lisan membicarakannya, zinanya jiwa mengharap dan membayangkannya sedangkan kemaluannya akan membenarkan hal tersebut atau mendustakannya." (HR Tirmidzy).

Oleh karena itu, agar anda terhindar dari perbuatan nista dan juga perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat mendorong kepada hal tersebut, kita bisa melakukan puasa, karena puasa bisa menghilangkan pengaruh syetan di dalam darah. Puasa juga bisa melemahkan gejolak nafsu di dada. Puasa apa saja dan kapan saja, asal dilakukan dengan benar. Bukan sekedar puasa tidak makan dan tidak minum, tapi mata jelalatan kesana kesini, pikiran melayang dan menghayal tak tentu rimbanya. Puasa yang 'salah teknik' ini umumnya tidak terlalu efektif untuk meredam nafsu dan syahwat.

Ahmad Sarwat, Lc.

Read More......

Jumat, 03 Juli 2009

asmo kulo "IMAN"

Langit cerah menghiasi hari itu. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah-wajah imut anak-anak yang sedang bermain di halaman masjid. Nuansa cerah, sejuk, santai terpancar dari wajah mereka. Sorot mata yang tajam, tulus, dan bersahaja menghiasi dua bola mata yang jernih dan bercahaya itu. Rona wajah dan sorot mata seperti itu sangat jarang kita temukan pada orang-orang dewasa. Entah kenapa, ketika kecil kita punya rona wajah indah dan mata bercahaya, tapi setelah dewasa seakan-akan keindahan itu hilang dan musnah, berganti dengan kemuraman, sendu, dan tekanan.
Mungkin itulah proses dalam perjalanan hidup. Banyak dosa, kesalahan, dan kemaksiatan mengiringi proses kedewasaan ini. Siapa yang salah? Tanyakan pada sesosok wajah yang tampak di balik kejernihan air yang tenang.
…………………………………………………………
Di tengah keriangan mereka, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan langsung menyapa. “Assalamu’alaikum adik?” laki-laki tadi menyapa salah seorang anak kecil
“Siapa nama kamu?” Tanya laki-laki itu lagi yang ternyata adalah guru ngaji mereka (TPA).
”Wa’alaikum salam Paman, nama saya IMAN.” Jawab anak kecil dengan nada khas yang agak cadel.

”Apa kabarmu hari ini IMAN?”
”Alhamdulillah baik, Paman.”, kata ibuku kalau ada yang menanyakan kabar, maka harus dijawab dengan Alhamdulillah dulu. Karena .... apa ya? Ah, saya lupa paman..!!
Laki-laki tadi mengeluarkan sebungkus kue dan permen dari tasnya. Dikumpulkannya anak-anak kecil itu di bawah pohon rindang dan dibagi-bagikan kue itu.
”Iman, tolong kesini, coba ceritakan pengalaman adik kepada teman-teman, yang lain harus mendengarkan ya!”
Dengan polos anak kecil itu bercerita tentang kesehariannya, sedangkan teman-temannya mendengarkan sambil asyik menikmati kue dan permen.

Dengan wajah imut dan sedikit malu-malu, anak kecil itu mulai membuka pembicaraannya.

Teman-teman, perkenalkan nama saya Iman. Saat ini saya masih dalam proses pertumbuhan dan perbaikan diri. Tolong dengarkan cerita saya ya!

Saya mempunyai seorang ibu yang baik.
Setiap hari ibu selalu memberi saya makan lima kali sehari.
Yang pertama saya selalu makan dengan nasi SHUBUH, itu waktunya pagi-pagi sekali, yang saya ingat waktunya sebelum matahari terbit.
Biasanya siang hari perut saya sudah lapar lagi. Makanya ibu memberi makan dengan menu Dzuhur. Tidak berapa lama ibu memberi saya kue ASHAR ketika saya lelah bermain-main.
Setiap petang ibu selalu menyuruh saya pulang dan bersih-bersih badan. Habis itu waktu yang saya tunggu-tunggu tiba. Menu Maghrib kesukaan saya siap disantap.
Belum puas dengan menu itu beberapa saat kemudian ibu memberi saya Nutrisi Isya’.
Ibu saya sungguh baik. Dia selalu menyiapkan tepat waktu. Jadi saya selalu memakannya di awal waktu dan secara bersama-sama (Jamaah)
Itulah makanan saya setiap hari. Jika satu saja terlewat atau lupa maka tubuh saya akan sakit. Tubuh saya lemas dan tidak punya tenaga. Karena itu semua adalah makanan pokok saya.
Untuk menambah energi dan mempercepat pertumbuhan selain makanan pokok itu, ibu juga memberikan makanan pembuka dan penutup sebelum dan setelah makanan pokok. Menunya enak sekali yaitu Puding Rawatib. Wah kalau sudah nyobain, pasti ketagihan. Puding itu untuk menyempurnakan makanan pokok saya. Karena ketika makan, saya sering nakal dan tidak khusyu’, jadi gizi yang ada pada makanan pokok itu tidak bisa masuk semuanya, makanya ibu memberi saya puding yang enak sekali.

Saya mempunyai 30 teman yang senantiasa saya kunjungi secara bergantian setiap hari. Teman-teman saya itu bermarga JUZ yang merupakan bagian dari keluarga besar Qur’an. Setiap hari saya mengunjungi satu JUZ. Melalui dialah saya bisa mendapat ilmu baru, nasihat-nasihat dan petunjuk yang tidak bisa kudapatkan dari yang lain.

Setiap pagi saya selalu menantikan indahnya matahari. Ketika matahari sudah sepenggalah, datanglah paman Dhuha mengajakku bersua. Biasanya 2,4,6,atau 8 kali. Sungguh paman Dhuha mampu memberikan kehangatan dalam diriku.

Selain paman Dhuha saya juga mempunyai tetangga bernama bibi Infak. Setiap hari bibi Infak juga selalu menghampiriku. Bibi Infak mengajakku untuk bermain dengan anak-anak yang kurang mampu. Kata bibi saya juga harus memperhatikan dan membantu mereka. Saya juga tidak boleh mengejek mereka karena mereka adalah saudara kita juga. Betapa nikmatnya ketika saya bisa berbagi dan bermain dengan mereka.

Itulah keseharianku. Tetapi sebentar ada yang terlupa.
Oya, saya hampir lupa.
Setiap malam ketika saya tidur, saya sering tidur bersama kakak Tahajud. Kakak sering membangunkanku untuk mengingat kembali apa saja yang telah saya lsayakan seharian ini. Tetapi saya bingung. Kakak tahajud sering menangis, sayapun jadi ikut menangis. Walaupun menangis, setelah bercengkerama dengan kakak tahajud tubuhku menjadi segar dan bersemangat.

Itulah keseharian saya. Saya merasa sangat beruntung mempunyai ibu, paman, bibi, kakak, dan teman yang selalu memberikan hal-hal yang sangat berguna dalam diri saya. Makanya sekarang saya menjadi sehat dan tidak mudah sakit. Kata ibu, jika teman-teman ingin sehat, maka contohlah keseharianku.
Karena saya masih kecil sayapun sering kembang dan kempis. Saya berkembang jika saya senantiasa melaksanakan perintah ibu, paman, bibi, dan kakakku. Tetapi saya akan mengempis jika saya meninggalkannya.

Anak kecil itu lalu berdoa
”Ya Allah tolonglah saya dan teman-teman saya, ya Allah !!!
”Hanya Engkau yang bisa menolong kami”
”Amin”

Lalu dengan suara lantang dia berteriak ”SAYALAH IMAN” Read More......

UbaH paRadiGma……sunnah

UbaH paRadiGma……sunnah

Sejak dari TK sampai SMA kita diajari bahwa suatu amal disebut sunnah adalah bila dikerjakan akan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak apa-apa. Mungkin itulah yang sudah terpatri dan kita jadikan dasar dalam memandang hal yang sunnah

Untuk meningkatkan motivasi kita dalam beramal, mari kita ubah sedikit pandangan kita mengenai sunnah tanpa mengubah makna asalnya.

Pandangan kita dalam melihat amalan sunnah hendaklah beranggapan bahwa suatu amalan yang bila dikerjakan akan mendapat PAHALA dan bila ditinggalkan maka kita merasa RUGI karena telah meninggalkan sesuatu yang dapat menambah kebaikan pada diri kita.

Untuk lebih mudahnya, mari kita bayangkan .....

Suatu hari Arif (bukan nama sebenarnya) diberi ayahnya sebuah tas yang di dalamnya berisi uang sejumlah 10 juta. Uang itu dijamin halal dan nyata-nyata pemberian ayahnya. Ayahnya berkata bahwa Arif dipersilakan untuk memilih. Arif boleh mengambil uang itu atau menolaknya.

”Jika kamu ambil maka uang itu akan bermanfaat bagimu dan bila tidak kamu ambil maka tidak ada hukuman bagimu dan kamu tidak mendapatkan apa-apa.” kata ayah pada Arif.

Seandainya kita adalah Arif, apa yang akan kita lakukan ???

Saat itu Arif punya kesempatan untuk mengambil dan memanfaatkan uang yang jelas halal itu. Dan kesempatan itu belum tentu akan terulang lagi

Jika Arif menerima uang itu, tentu dia akan sangat bahagia. Dia bisa memanfaatkan uang itu sesuai keinginannya

Jikalau Arif tidak menerima (menolak) uang itu, maka bisa dibilang dia benar-benar bodoh, karena melewatkan kesempatan emas tersebut. Dia akan sangat rugi dengan tindakannya itu.

Jika kita ada di posisi Arif, kita AMBIL atau kita TOLAK uang itu?

Itulah sedikit gambaran tentang fenomena amalan sunnah yang disediakan Allah Ta’ala sebagai penyempurna ibadah wajib kita dan sebagai ibadah tambahan bagi kita.

Ayo kita budayakan amalan sunnah dalam keseharian kita. Mulai dari sholat rawatib, tahajud, dhuha, tilawah, infak, puasa senin-kamis, puasa daud, dan amalan sunnah lain. Tentunya sesuai dengah kemampuan kita masing-masing. Karena kapan lagi kita bisa maksimal beribadah kepada Allah Ta’la kalau tidak saat ini. Mumpung kita masih diberi kesempatan untuk hidup, mari kita manfaatlan sebaik mungkin. Kalau kain kafan sudah menyelimuti diri, ajal sudah terjadi, maka penyesalan tiada berarti.

Khom’s 1 juni 08

Read More......

Ancaman Meninggalkan Sholat Berjamaah

Allah Maha Adil. Dia menciptakan segala sesuatu dengan seimbang, ada baik pasti ada buruk, ada siang yang disertai dengan malam, begitu pula ada janji dan limpahan karunia yang besar disertai dengan ancaman bagi yang meninggalkannya

Salah satu diantaranya adalah Sholat. Allah Ta’ala menjanjikan pahala dan balasan yang luar biasa bagi yang menegakkan sholat berjamaah, diantaranya adalah

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, ”Sholat berjamaah 27 derajat lebih utama dari pada sholat sendirian.” (Malik, Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Disamping pahala yang besar, Allah Ta’ala memberikan ancaman bagi siapa saja yang meninggalkannya, diantaranya

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersada, “Barang siapa mendengan adzan dan tidak memenuhinya tanpa satu udzur yang menghalanginya, maka sholat yang dikerjakannya tidak akan diterima.” Para sahabat bertanya, “Apa udzurnya?” Rasul saw menjawab, “Takut atau sakit.” (Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

Dari Muadz bin Annas ra. Rasul saw bersabda, “Kebatilan (yaitu kekufuran dan kemunafikan) terbesar adalah orang yang mendengar seruan muadzin untuk sholat, tetapi tidak memenuhinya.” (Ahmad, Thabrani)

Dari abu hurairah ra, Rasul saw bersabda, “Sungguh aku ingin mneyuruh para pemuda agar mengumpulkan beberapa ikat kayu bakar untukku, lalu kudatangi orang-orang yang sholat di rumahnya tanpa udzur, dan kubakar rumah-rumah mereka.” (Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, tirmidzi)

Dari Ibnu Abbas ra, Sesungguhnya ia ditanya tentang seseorang yang berpuasa di siang hari, berdiri (sholat) di malam hari, tetapi ia tidak menghadiri sholat berjamaah dan tidak menyertai sholat Jum’at, maka Ibnu Abbas ra, menjawab, “Ia berada di neraka.” (Tirmidzi)

Saudaraku…..

Betapa besar ancaman yang diberikan Allah Ta’ala bagi yang meninggalkan sholat berjam’ah. Sebagai umat Islam sudah selayaknya kita selalu takut pada Allah Ta’ala dan selalu mengharap ridlo dan ampunanNya. Mari kita penuhi masjid-masjid dan musholla-musholla. Mari kita kerjakan sholat fardlu di awal waktu, di tempat adzan dikumandangkan dan secara berjamaah.

Betapa indah jika ummat Islam selalu berjamaah dalam setiap jengkal kehidupannya…….

Read More......