Senin, 13 Juni 2011

masih punya UTANG kagak ????

Joni     : Jo, tahu gal u ini bulan apa?

Bejo    : ya bulan Juni lah. Masak lu lupa sih!
             Ga punya kalender ya? Kasihan amat

Joni     : Bukan itu Jo. Kalo bulan Juni mah, ane juga tahu.
            Apalagi kalo udah bulan Juni udah kecium aroma gaji dan TC 13.

            Yang ane maksud, tahu ga lu kalo ini sudah bulan Rajab?

Bejo    : masak sih, ini udah bulan Rajab?
            Bulan Rajab tu bulan kebera?
            Trus, emangnya kenapa kalo ini bulan Rajab?

Joni     : menurut bulletin yang ane baca setelah Jumatan,
            bulan Rajab itu bulan ke tujuh dalam kalender islam.
            Dan ini berarti ga lama lagi Ramadhan segera datang.
            Rajab – Sya’ban – Ramadhan
            Tinggal 1,5 bulan lagi

Bejo   : iya, ya! Trus kenapa?

Joni    : wah, ni orang ga sadar juga.
            Lu kan pernah bilang,,
            kalo Ramadhan tahun lalu lu pernah bolong puasanya.
            Nah, puasanya udah lu bayar belum???

Bejo   : Oo...iya, aku pernah bolong 2 hari.
            Wah, waktunya udah mepet ya.
            Berarti harus segera kubayar ni utang puasa.

Joni     : iya, itu maksudku.
            Dan mulai sekarang siapin diri kita dengan lebih baik.
            Biar Ramadhan nati ga bolong lagi puasanya. Oke!!!

Bejo   : Siap Bro...!!!

Joni    : oya, satu lagi.
           Nanti kalo pulang,
           ingetin juga saudara2 perempuan dan wanita2 disana.
           Mereka kan rutin punya ”tamu Bulanan”.
           Utang puasa Ramadhan tahun lalu udah pada dibayar belum??

Bejo   : Oke Sob!! Tankyu udah ngingetin
            Ntar kalo udah deket Ramadhan, ingetin lagi ya.
            Biar lebih siap lahir batin.....

Read More......

Kamis, 07 April 2011

Mabit "Istiqomah di Jalan Dakwah".... ( udah pernah QL 3 Juz ??? )

kutatap kalender yang etrgantung gagah di dinding kamar.
bulan April, itulah bulan ini.

kuamati satu persatu angka dan harinya.
sambil kuingat,
mana tanggal hitam yang jadi tanggal merah,
dan mana tanggal merah yang jadi tanggal hitam.

sampailah mata ke angka 22.
wow, tanggal merah dan bertepatan dengan hari Jumat.
"wah, libur panjang ini" gumamku.

kalo libur panjang gini, enaknya harus ada kegiatan yang bermanfaat.
kira-kira apa ya???

santai aja,
ini ada kegiatan keren, bagus, bermanfaat, dan insya Allah Berpahala.


tempatnya di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
hari kamis malam sampai Jumat pagi.
kan ketepatan hari Jumat tanggal merah (libur) jadi, bisa berlibur sekalian beribadah.
Insya Allah ustadznya keren dan luar biasa.

Udah pernah merasakan sensasi Qiyamul lail 3 juz ?????
kalo belum pernah, ini saat yang tepat.

Qiyamullail 3 juz yang luar biasa.

Ayoooooooo......... serbu..........

Read More......

Rabu, 06 April 2011

Kalo gini terus, kapan iqomatnya.....

Suatu dzuhur di sebuah masjid di pinggiran kota.

Adzanpun berkumandang dengan merdunya hingga selesai.
Bak di komando, jamaah langsung berdiri menunaikan sunnah qobliyah dzuhur.

“ngiiiieeek”
suara khas pintu masjid yang sudah agak tua mengiringi jamaah yang masuk ke dalam masjid.
Satu persatu jamaah baru datang dan mereka langsung mengambil posisi sholat sunnah.


“kok ga iqomat-iqomat sih?” kata salah seorang jamaah yang datang awal di masjid.
Memang, kalo dihitung-hitung sudah 15 menit semenjak adzan selesai dikumandangkan, iqomat belum juga ditegakkan.

Sementara itu di pojok depan, terlihat sang muadzin sibuk mengamati satu-persatu jamaah yang belum selesai melaksanakan sholat sunnah.
Satu jamaah selesai melaksanakan sholat sunnah, tapi dari arah pintu datang jamaah baru yang langsung mengerjakan sholat sunnah.
"kalau gini ga habis-habis yang sholat sunnah."

Sebenarnya muadzin akan segera melantunkan iqomat, tetapi dia merasa ga enak karena masih ada jamaah yang sedang sholat sunnah.
“tunggu sebentar lagi lah, nunggu yang masih sholat itu.” Gumam sang muadzin.

Jamaah lainpun sudah mulai gusar.
20 menit berlalu dari adzan, tapi belum juga iqomat.

Akhirnya, dengan desakan jamaah, muadzin melantunkan iqomat walaupun masih ada jamaah yang belum selesai sholat sunnah.

Dan sholat Dzuhur berjamaah pun dilaksanakan.
.................................................................
Selesai sholat, sang imam menghampiri muadzin,
“Pak, kalo dirasa udah mau iqomat, langsung iqomat saja. Tidak usah nunggu jamaah yang sholat sunnah selesai. Karena jamaah yang datang awal akan menunggu terlalu lama padahal mereka juga punya keperluan yang lain.”
“kalo bapak iqomat, nanti jamaah yang masih sholat sunnah akan menyesuaikan”

Muadzinpun masih bertanya-tanya, “trus, begaimana jamaah yang belum selesai sholat sunnah itu cara menyesuaikannya.”

“gini pak.” Kata imam dengan lembut,
.........................................................
.........................................................
Apa hukum melakukan shalat sunnah sedangkan iqamat telah dikumandangkan?

Melakukan shalat sunnah setelah iqamat dikumandangkan ada dua kemungkinan:

1. Apabila iqamat telah dikumandangkan, lalu seseorang hendak memulai shalat sunnah, maka ini jelas melanggar larangan Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya:
"Apabila telah dikumandangkan iqamat shalat (fardhu) maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu"
(HR Muslim 710)

2. Apabila iqamat dikumandangkan sedangkan seseorang sedang dalam shalat sunnah, maka ada tiga pendapat dalam masalah ini:

(a) harus diputus shalat sunnahnya dengan dalil dhahirnya hadits diatas

(b). tidak boleh diputuskan shalat sunnahnya, selama masih menjumpai imam belum selesai shalat fardhunya, walaupun imam sudah pada posisi tasyahud akhir.

(c) apabila shalat sunnahnya sudah mendapat satu raka’at, maka hendaknya diteruskan dengan meringkas shalat, lalu segera masuk shalat wajib bersama imam, hal ini didasari karena dia telah masuk ke dalam shalat sunnah dan dia sudah dianggap mendapatkan shalat sunnah tersebut dengan terselesaikannya satu rakaat, sebagaimana dalam sebuah hadits:

“barangsiapa mendapatkan satu rakaat dalam suatu shalat, maka dia telah mendapatkan shalat itu”.
(HR Bukhari no 580 dan Muslim 161).

Sehingga dia tidak boleh membatalkan shalatnya, sebagaimana firmanNya,

“Dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian”.
(QS Muhammad 47:33).

Akan tetapi kalau masih diawal rakaat atau khawatir ketinggalan rakaat pertama shalatnya imam, maka hendaknya shalat sunnahnya diputuskan, karena dia belum dihitung mendapatkan shalat sunnahnya, dan mendapatkan kesempurnaan shalat wajib lebih utama daripada menyempurnakan shalat sunnah.



Demikianlah jawaban yang diringkas dari Majmu Fatawa syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 15/85-89 dan Majmu Fatawa syaikh Ibnu Baz 11/392-394.


Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 07-Jan 08 hal 5.

Read More......

Kamis, 31 Maret 2011

Mencari Alasan untuk BAHAGIA

Aku bahagia karena aku hidup
Aku bahagia karena aku masih bisa bernafas
Aku bahagia karena masih bisa melihat
Aku bahagia karena masih mampu mendengar


Aku bahagia karena aku masih punya banyak kawan
Aku bahagia karena masih mampu berjabat tangan sembari melantunkan salam
Aku bahagia karena masih bisa tersenyum menceriakan suasana
Aku bahagia karena aku masih bisa berkarya
Aku bahagia karena aku bisa bermanfaat bagi sesama

Aku gembira karena masih punya tenaga untuk sholat
Aku gembira karena masih diberi waktu untuk tilawah
Aku gembira karena masih diberi kesempatan untuk bisa bangun sebelum shubuh
Aku gembira karena masih mampu berbakti pada orang tua
Aku gembira karena masih ada rizki yang bisa diinfakkan
Aku gembira karena masih ada rizki untuk mencukupi kebutuhan

Aku bersyukur karena aku diberi musibah
Aku bersyukur karena aku mendapat ujian
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk menerima cobaan
Aku bersyukur karena masih bisa memaafkan

Aku sangat berbahagia atas anugerah iman
Aku sangat bergembira akan hidayah Islam
Dan aku sangat bersyukur karena masihmempunyai Allah, Rabbu alamin


Dengan berbahagia, kan kudapat segalanya
Dengan bergembira, kan kuraih cita-cita
Dan dengan bersyukur kuharap RidloNya

Read More......

Kehilangan itu biasa

Setelah sholat dzuhur berjamaah, segarlah jiwa Ipin. Segera dia keluar dari masjid dan berharap bisa segera pulang. Hari Minggu itu dia menikmati liburan di rumah, sejenak rehat dari aktivitas kerjaan yang menyita banyak waktunya.
Tidak peduli siang maupun malam,
Tak peduli tanggal merahpun kadang tugas selalu menanti.
Tanggal hitam jadi merah, tanggal merah jadi hitam.

Sampai di teras masjid, dia mencari-cari sendal kesayangannya (sandal satu-satunya yang dia punya)
Terkejut Ipin tidak mendapati sendalnya.
Ditunggunya sampai jamaah pulang semua sambil berharap ada sendal tersisa yang bisa dia pinjem buat pulang.
Dalam hati dia mengatakan mungkin sendalnya tertukar sama jamaah lain.

Tapi ternyata sendalnya benar-benar hilang dan tak kembali.




..........................................
..........................................
Pernahkah anda kehilangan sendal ??
Atau pernahkah anda mengambil sendal orang lain???

Ketika kehilangan sendal, mungkin kita dengan santai mengatakan,”Ah, ga apa-apa. Semoga sendal itu bermanfaat buat orang lain.”
“dengan hilangnya sendal ini, berarti aku akan dapat sendal yang baru (sendal baru)”
Itu mungkin beberapa kalimat untuk memotivasi diri sendiri, dan wujud keikhlasan untuk merelakan sendal.
Dan akan dengan cepat kita melupakan kehilangan sendal kita.....
Ikhlas....
Ikhlas.....
Waktupun berlalu dan terlupakanlah sendal itu dan ketika mengingat kejadiannya, tak ada penyesalan atau rasa sakit di hati.



Beberapa waktu kemudian, si Ipin kaget setelah melihat kantongnya. Ternyata dia kehilangan uang sebesar 300 ribu.
Dia sibuk mencari uang itu setiap lorong di kamar dan rumahnya dijamah sampai tuntas.
Bahkan diambil motornya lalu dia menyusuri jalanan yang dia lewati tadi sambil mengingat ingat kira-kira dimana uang itu jatuh.........
Hatinya masih sakit dan merasa sangat kehilangan.
Dia membayangkan apa yang bisa dia lakukan dengan uang sebesar itu.
Dibayangkannya dia bisa membeli banyak barang dengan uang itu.
Seiring berjalannya waktu, dia mulai lupa akan kehilangan uang 300 ribu.
Tapi ketika mengingatnya, masih ada rasa sakit yang menjalar di hati.


Itu baru 300 ribu,
Pernah ada seseorang yang kehilangan uang 10 juta. Padahal uang itu ditaruh di dalam kamarnya.
Hatinya sakit, kecewa. Dan pikirannya tertuju pada orang-orang yang sering masuk ke kamarnya.

Ketika kita kehilangan harta yang bisa dibilang jumlahnya besar, akan semakin sakit yang terasa dalam hati ini.
Coba bayangkan. Uang 10 juta yang kita cari dengan susah payah, tiba-tiba hilang begitu saja. Sakit ga hati anda??

Bahkan tak jarang, kehilangan uang tersebut memicu kita untuk pergi ke dukun.


Ujian dari Allah memang datang untuk menguji keimanan diri.
Seiring tumbuhnya iman di hati, akan semakin berat pula ujian dan cobaan yang allah berikan.

Ketika kehilangan sendal, kita masih mampu untuk tersenyum sembari mengikhlaskan kepergian sendal tersebut.
Seyogyanya, ketika kita kehilangan uang yang besar (misal 10 juta) kita usahakn untuk bersikap sebagaimana kehilangan sendal.
Ikhlas dan merelakannya.
Lebihi indah membayangkan dan memikirkan sisi positif dari kehilangan tersebut.

Dengan kehilangan uang 10 juta, berarti aku akan mendapatkan ganti yang lebih banyak dari Allah
Dengan raibnya uang 10 juta, berarti akan terbuika pintu-pintu rizki yang lainnya,
Dengan hilangnya uang tersebut, semoga menjadi kafarat atas harta-harta haram yang tercampur dalam hartaku.
Dengan hilangnya uang itu, semoga sebagai pengganti musibah atau bencana yang akan Allah datangkan padaku.

Karena dengan kehilangan uang itu, kita juga masih bisa hidup,
Masih tercukupi kebutuhan, dan
Masih bisa berusaha untuk menjemput rizki allah yang bisa jadi jauh lebih besar lagi.

Jadi, sabarlah dan syukurilah atas kehilangan itu.
Karena itu hanyalah uang,
Dan tidak setiap orang diberi kesempatan untuk mendapatkan cobaan seperti itu.
Kamu adalah insan yang terpilih, karena kamu mampu menghadapinya.

Dan tetaplah berdoa agar dirimu tidak kehilangan hal paling berharga dalam hidup,
Yaitu kehilangan Iman dan Islam.

Karena dengan Iman dan Islam itulah kau menjadi manusia yang mulia.
Dan iman dan Islam tak akan terbeli dengan melimpahnya harta,
Iman dan islam adalah anugerah,

Selamat menjadi manusia mulia dengan menikmati keindahan Iman dan Islam




#real story from someone


Read More......