Selasa, 30 November 2010

Bukan Barca vs Madrid, Tetapi DIRI vs SYETAN (El Classico)

Jam 02.30 alarmku berbunyi dengan gagahnya. Dua Handphone bersahut-sahutan. Sengaja ku set alarm lebih pagi. Seperti kebanyakan orang, Real Madrid vs Barcelona adalah tujuannya.
Duel el classico memang fenomenal.

Perseteruan abadi dua musuh bebuyutan di kancah liga Champions. Dua tim terbaik berhadapan bukan sekedar demi title, tetapi lebih ke gengsi dan eksistensi.
Jutaan mata seluruh dunia tertuju di Santiago Barnebue, tak terkecuali kita. Oarang-orang Indonesia yang mengaku sebagai penikmat sepakbola, sebagai suporter dan fans fanatik madrid ataupun barca.

Ejekan, cemoohan, dan saling serang mewarnai obrolan antar supporter di warung-warung, di dunia maya, dan di setiap pembicaraan yang mereka lakukan.
………………………………………..
……………………………………….
Dan akhirnya, Barcelonalah bintangnya. Mengubur Real Madrid dengan 2 gol tak terbalas.  diawali kartu merah menyakitkan disusul diusirnya sang entrenador.
Kecewa, sedih, itulah mungkin yang dirasakan pemain Madrid, begitu pula dengan fans fanatiknya.
Dan suka cita mewarnai hari pemain dan supporter Barca.

El Classico yang luar biasa………
El calssico yang mempesona………..
Duel seru abadi yang selalu dinanti,
Dan sang pemenang akan tegak mengangkat kepala menyambut dunia.
………………………………………………
………………………………………………
Tapi itu adalah el classico di ranah Eropa.
Di saat bersamaan juga berlangsung duel seru bertajuk El Classico antara dua musuh bebuyutan.
Bukan di spanyol, bukan di inggris, bukan di Italia, tetapi duel El Classico di dalam diri kita masing-masing.

Pertarungan antara dua musuh bebuyutan, jiwa suci manusia melawan nafsu godaan syetan.
Sadarkah Kita???
Bahwa ternyata di dalam diri kita juga ada duel seru. Bahkan lebih seru dari pada pertandingan Barca vs Madrid yang kita tonton.

Mungkin banyak yang tidak sadar, karena ini memang hal yang tak nampak mata.
Tapi ini nyata dan terjadi.

Dan tahukah kita, apa yang terjadi????
Ternyata malam ini syetan mendulang banyak kemenangan.
Kalau Barca Cuma mencetak 2 gol, kali ini syetan jauh lebih banyak yang berhasil dia sesatkan.
Banyak yang tak peduli lagi dengan sholat shubuhnya,

Alsan ngantuk lah, ketiduranlah, kelupaanlah, dan alasan lain yang dibuat-buat itu adalah bukti kemenangan besar yang diraih syetan.
……………………………………………..
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS. Maryam : 59)
………………………………………………
Beruntung yang masih sempat melaksanakan sholat shubuh, tetapi mereka agak kesiangan. Dan mereka mengabaikan lantunan indah ajakan menuju limpahan pahala, yaitu panggilan adzan.

dan hal ini bukan cuma sekali dua kali terjadi pada kita.
hampir ketika ada Big match pertandingan sepak bola, godaan syetan selalu datang.

Kita lebih memilih untuk tetap duduk di depan layar kaca menunggu aksi-aksi bintang lapangan.
Kita lebih memilih mendekap selimut sembari menatap TV menunggu gol-gol selanjutnya.
Saat itu sebenarnya diri kita sudah bangun, diri kita mendengar adzan,dan diri kita mampu untuk memenuhi panggilan adzan itu,

tetapi syetan telah memenangkan pertarungan itu. Syetan berhasil ,menyekap kita untuk tetap tinggal di rumah. Tak menghiraukan panggilan adzan yang wajib kita penuhi (bagi laki2 tentunya).
……………………………………………………………
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak”
[HR Al-Bukhari dan Muslim]

”Sungguh saya ingin memerintahkan para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak, kemudiaan saya akan mendatangi orang-orang yang shalat dirumahnya tanpa udzur dan saya bakar rumah-rumah mereka.”
(HR. Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah dan Turmudzi).
……………………………………………………………
Beruntung sekali jika ada yang rela meninggalkan sejenak untuk meninggalkan pertandingan bola untuk mendatangi masjid-masjid Allah, tetapi kita telah melewatkan rangkaian indah ibadah sunnah yang menyertainya. Kita lewatkan sholan sunnah Qobliyahnya. Kenapa??

Karena kita datang ke masjid nunggu iqamat dulu. “sayang ninggalin ni pertandingan bola. Lagi seru-serunya.”
Dan dzikir ba’da sholatpun seolah terlupakan. Begitu salam, langsung cabut pulang ke rumah, menuju depan layar TV kembali.

Dan ternyat kitapun juga melewatkan waktu luar biasa yang disediakan Allah bagi hambanya untuk berduaan dengan Sang Maha Kuasa.
…………………………………….
“Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya”
(HR. Muslim)
………………………………………
Waktu sepertiga malam kita habiskan hanya memelototi TV sambil sekali-kali bersorak.
Kita lupa kalau saat-saat itu adalah saat mustajab,

Betapa bahagianya syetan saat ini.
Kemenangan besar mereka raih.
Kesuksesan besar mereka dapatkan,

Disisi lain, kita sebagai manusia kalah telak di el classico ini.
Kita hancur digoda dan dijerumuskan syetan.

Normalnya, jika seseorang itu kalah atau rugi, mereka akan menyesal, sedih, dan intrtospeksi.
Tetapi untuk hal ini sungguh aneh sekali.
Banyak manusia yang telah dikalahkan syetan, tetapi tak ada penyesalan dalam diri kita.
Tak ada rasa sedih yang kita rasakan,
Dan tak ada upaya introspeksi yang kita upayakan.

Apakah sudah sebegitu parahnya kah diri kita??
Apakah sudah sebegitu berkaratnya hati ini??
Sehingga susah sekali cahaya hidayah masuk dalam lubuk hati.

Ketahuilah bahwa syetan itu musuh yang nyata bagi kita, manusia.
Dan syetan itu adalah meakhluk yang lemah.
Trus kenapa kita bisa kalah dengan makhluk lemah bernama syetan?????
Jawabannya, karena diri kita lebih lemah dari syetan

Syetan berhasil menggoda dan menjeruskan manusia buakn karena syetannya yang kuat, tetapi karena manusianyalah yang lemah.
Jadi kekalahan kita dalam duel melawan syetan adalah karena kesalahan kita sendiri.

Mari saudaraku,
Duel dengan musuh abadi masih sangat panjang dan terus berlanjut, kita sadari maupun tidak
Segera ambil langkah nyata, jangan sampai kita menjadi bulan-bulanan syetan lagi.
Jangan biarkan syetan tertawa diatas kubangan dosa yang kita lakuakan
Jangan biarkan syetan berpesta atas kewajiaban yang kita lalaikan.

Bangkit dan perbaiki diri.
Duel el classico selanjutnya sudah menanti……
Diri kita vs syetan…………
Dan pastikan kitalah yang MENANG


A’udzubillhi minassyaithonirrojim
Bismillah……………….






#pagi yang indah di laut utara jakarta#

Read More......

Senin, 29 November 2010

Pilih yang baru atau yang bekas ????

Ketika kau diminta untuk memilih sebuah laptop, dihadapanmu diletakkan sebuah laptop baru full orisinil dan sebuah laptop second.
Mana yang kamu pilih??
Hampir semua orang akan memilih laptop baru.

Setelah makan di sebuah rumah makan, untuk membersihkan sisa makanan yang ada di sekitar mulut tentu kau akan mengambil tisyu baru. Kau takkan mau untuk menggunakan tisyu bekas yang telah dipakai orang lain, walaupun bekas dipakai keluarga atau sahabatmu sendiri.

Barang baru itu harganya lebih mahal dari pada barang bekas,
Barang baru itu lebih nyaman dan memuaskan digunakan dari pada barang second,

Intinya, barang baru itu kualitas dan keasliannya masih terjamin,
sedangkan barang bekas, banyak keraguan dan kekurangan dalam penggunaannya.
ada lecet dan ada yang lecet.

Begitu pula yang terjadi dalam kehidupan, terutama kehidupan remaja.
Begitu banyak dari kita yang bangga karena telah berhasil mengikat tali kasih, yang sering mereka sebut dengan ”pacaran”.
Bahkan ada yang dengan bangga menceritakan kisahnya gonta ganti pacar.

Baik laki-laki maupun perempuan, semua sama.
Bangga akan kisah cinta yang mereka bangun. Walaupun kisah cinta semu yang tak punya dasar untuk berpijak.
Jalinan kasih yang hanya didorong oleh nafsu.
Ikatan hati sebagai cerminan dorongan syahwat.

Dengan alasan untuk saling mengenal,
Dengan alasan untuk bisa mengetahui sifat dan hati masing-masing,
Dengan dalih agar tidak salah memilih,

Mereka bergolak dengan nuansa nafsu yang bagi mereka katanya membahagiakan.
Padahal belum tentu yang menjadi pacar mereka saat ini kelak akan menjadi pasangan hidup mereka.

Dari Cuma sekedar ngobrol, curhat, gandengan tangan , berpelukan, ciuman, hingga hal-hal terlarang sangat memungkinkan terjadi dalam hubungan ini.

Sebuah gerbang sebagai awal terjadinya zina.
Sebuah pintu yang digunakan syetan untuk menjerumuskan manusia.
Dan anehnya, banyak dari kita yang merasa senang dan terbuai dengan kondisi ini.

Disisi lain, ada remaja yanng berusaha menjaga diri mereka.
Menundukkan pandangan,
Menutupi bagian tubuh yang semestinya ditutupi,
Dan berusaha menghindari hal-hal yang dilarang.

Tetapi anehnya, masyarakat menganggapnya jadul, kuno, ketinggalan zaman, atau julukan apalah itu.
Mereka sering diolok-olok bahwa mereka ga laku, anak itu ga gaul.
Bahkan keluarganya sendiripun mendorong remaja yang berusaha menjaga diri inipun untuk mengikuti kemauan masyarakat awam.

Ada orang tua yang khawatir, kok anaknya ga pernah pacaran.
Kok malam minggu anaknya ga pernah pergi apel keluar, dan sebagainya.

Padahal bukan seperti itu sebenarnya mereka,
Mereka bukan seperti yang masyarakat awam kira.

Bukannya mereka tidak laku, tetapi mereka menjaga diri.
Bukannya tak ada yang tertarik dengan mereka, tetapi mereka memberikan batasan-batasan dalam berhubungan,
Bukannya mereka kuno, tetapi merekalah yang lebih menghargai kualitas diri.
Dan mereka ingin menjaga diri dan juga menjaga orang lain.

..............................

Coba kita kembali ke bagian awal..........
Sekali lagi, Jika disuruh memilih antara barang baru dan barang bekas, Anda memilih yang mana????

Bisa dianalogikan bahwa pria/wanita yang sudah berpacaran adalah mereka yang sudah terjamah, mereka yang sudah pernah dipakai orang lain.

Sedangkan remaja baik laki-laki maupun perempuan yang menjaga diri adalah mereka yang masih orisinil, mereka yang masih dalam kualitas garansi. Dan mereka adalah barang baru.

Kalau sudah seperti ini, Anda memilih barang baru atau barang bekas???

Dan pilihan anda adalah cerminan keadaaan anda sendiri.


Annur 26

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).....................





#just my opinion#

Read More......

ketika gadget dan dunia maya terasa lebih nyaman


Ketika baru bangun dari tidur saat mata belum penuh terbuka, saat kesadaran masih belum sempurna, Handphone menjadi pencarian pertama.
Entah itu ngecek SMS, buka email, ataupun langsung online.
Ketika sedang dalam antrian panjang, handphone menjadi pilihan utama. Menemani di kala penantian,

Ketika dalam perjalanan, handphone berhasil mengusir kebosanan,
Ketika sedang menunggu seseorang, handphone menjadi teman yang selalu tepat waktu.

Bahkan
ketika kita sedang berkumpul dengan teman atau keluarga, handphone tetap menjadi prioritas utama. Ngobrol dengan teman atau keluarga seperlunya, langsung tangan aktif menjamah tombol-tombol keypad, Sibuk dalam kesendirian, Seolah dia lupa bahwa teman/ keluarga kangen padanya.
 Dan dia lupa bahwa kesempatan berkumpul dengan keluarga adalah hal yang sangat langka (nasib anak perantauan yang jarang pulang kampung)

ketika dalam suatu kajian, berkali-kali kita tengok handphone kecil yang kita bawa. seolah ada dua fokus dalam pikiran, disatu sisi ingin mendengarkan Tausyah, tetapi disisi lain nafsu berselancar dalam dunia maya selalu menggoda.

ketika dalam kelas, pelajaran yang disampaikan guru tak didengarkan. Siswa lebih asyik dengan handphone yang dibawa. Ngobrol dengan teman lewat alam maya lebih mengasyikkan dari pada suara bapak guru yang membosankan. Mungkin itu yang ada dalam pikiran pelajar/mahasiswa.

Dari bangun tidur sampai tidur lagi, handphone menjadi pendamping setia.

Ada rasa aneh ketika dalam sehari kita tidak menggunakan handphone itu.
Ada hal yang kurang tatkala dalam sehari tak kita tengok layar kecil itu.
Tangan merasa gatal kalau sehari tak memencet keypad kesayangan.

Secara tidak sadar handphone telah kita jadikan teman paling dekat dan sahabat paling setia dalam berbagai keadaan kita.

Dalam bahagia dia mendampingi,
Dalam sedih dia tak pernah pergi.
Dalam sepi dia mewarnai,
Dalam bosan dia menemani,

Seakan-akan handphone adalah bagian tak terpisahkan dari diri. Dan memang seperti itulah fenomena yang terjadi.

Ketika Handphone menjadi candu......

Handphone/gadget adalah sebuah fenomena,
Handphone adalah sebuah kebutuhan
Awalnya adalah barang mewah, kini hampir setiap orang menentengnya.
Handphone sudah menjadi kebutuhan primer setiap insan.
Telepon, sms, chatting, Facebook, twitter, blogging, BBM.... semua bisa dilakukan dari alat kecil ini.

Di satu sisi handphone membantu kita berkomunikasi dengan teman, saudara, dan keluarga yang terpisah karena jarak,
Melalui gadget ini, kita mengetahui berbagai kabar dari berbagai belahan dunia,
Dan masih banyak lagi fungsi luar biasa yang ditawarkan,

Tetapi di sisi lain,
Handphone juga bisa merenggangkan silaturahim kita,

Banyak orang jadi “autis”, lebih senang dalam kesendirian dengan ditemani gadget ini dari pada berkumpul dengan teman-temannya,
Banyak orang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar dari pada berkumpul dengan sesama manusia yang nyata.
Banyak orang yang lebih individualistis, karena jarang bersosialisasi dengan tetangga tetangganya.

Dan akhirnya banyak orang yang tidak PeDe bertemu manusia nyata, karena mereka telah terbiasa berbincang dengan manusia dalam dunia maya.
Handphone, BB, I phone, I pad, smartphone dan gadget lainnya memang keren abiss.
Seolah tak ada jarak antar manusia. Semua bisa bertemu, ngobrol, besosialisasi melalui perangkat tersebut.

Gadget-gadget itu memang luar biasa,
Tapi itu hanyalah sekedar alat untuk mendukung kehidupan manusia.
Jangan sampai barang-barang menjadi candu.
Pakailah Handphone, dengan seperlunya,
Gunakan handphone sebagaimana mestinya.

Keaktifan kita di dunia maya, jangan menghalangi kita untuk bersosiallisasi di alam nyata.
Kesempurnaan diri yang kita ciptakan di alam maya, mari kita tunjukkan dan kita aplikasikan di alam nyata.

Jangan hanya menjadi super hero di bumi maya, tetapi menjadi penakut tatkala berhadapan dengan manusia.

Jangan hanya menjadi ustadz di alam maya, tetapi melempem amal ibadahnya di alam sebenarnya.

Jangan hanya menjadi `orang yang mudah bergaul di dunia maya, tetapi susah berkomunikasi ketika bertemu sesama di dunia nyata.

Jangan hanya mempercantik profil diri di dunia maya, tetapi tak punya harga diri ketika menjadi manusia sebenarnya.

Jangan hanya terlihat sempurna dalam alam maya, tetapi tak berdaya menghadapi ujian dan cobaan di alam nyata.

Apa yang kau lihat dan kau kenal melalui dunia maya belum tentu serupa dengan karakter asli ketika dia menjadi manusia sebenarnya.

Mari saudaraku, jadilah manusia yang seutuhnya.
Manusia sebenarnya yang menjadi diri sendiri di alam nyata, bukan sekedar pandai berbasa basi di dunia maya,

Mari lihat diri kita,
Kaki masih menginjak bumi, langit masih menaungi diri.
Dan Dunia kita adalah dunia nyata,

Jangan jadikan gadget sebagai candu,
Jangan hanya hidup di dunia maya,
Sinkronkan dunia maya dengan dunia nyata,
Dan apa yang kita sampaikan di dunia maya, aplikasikan di dunia nyata.

Karena kita adalah manusia.
Jujurlah pada diri sendiri dimanapun kita berada.



#Sebuah nasihat kepada diri sendiri yang terindikasi gejala kecanduan gadget#

Read More......

Jumat, 26 November 2010

Uang ga jelas itu memang selalu menyengsarakan. ........Percaya ga???

Kejadian yang takkan pernah dilupakannya.
Empat hari yang sungguh aneh.

Coba bayangkan dalam empat hari dua kali ganti ban dalam,empat kali ban kempes, sekali service besar, sekali ganti ban luar.

Gini ceritanya……….
Jumat sore jam 4 niat bolos kantor dulu. Pulang lebih awal karena mau ada acara lain. Tanpa izin dan diam-diam langsung deh meninggalkan kantor.
Sepeda motor sudah dihadapannya, dan ternyata ban belakang kempes.
Alhamdulillah, 1 kilometer jalan menuntun sepeda motor diantara truk kontainer dan dihiasi debu-debu jalanan pelabuhan.
Mantaplah…….

Ternyata ban dalamnya lebih parah dari sekedar bocor. Ada yang sobek didekat lubang pompa.
Ya, terpaksa harus ganti.
Pengennya pulang lebih cepet karena udah ada janji, eh ternyata sama aja. Hampir jam 5 sore prosesi perbaikan ban baru selesai.

………………………………..

Langsung cabut ke lokasi.
Jumat sore, seperti biasa. Jakarta ditemani macet yang lumayan panjaaaaang banget.
……………………………..
Alhamdulillah setelah nyampai lokasi, ternyata teman2 lain pada belum datang.
Ya udah nunggu 1 jam deh…….
………………………………
Setelah selesai kerjaan itu, dia harus balik ke kantor.
Kenapa??
Karena tadi dia belum absen sore (kan dia pulang lebih awal, bahasa kerenya sih….BOLOS…)
Di tengah kelaparan dan badan lemes dia paksakan ke kantor.
Dia juga mau belajar karena esoknya ada UTS di kampusnya.
Oke….lets go……
…………………………………….
………………………………………
Sabtu pagi, 
dia ternyata mendapat jatah piket kantor.
“wah, gimana ni. Pagi ada amanah di sebuah smp di jakarta timur, agak siang ada UTS. Dan harus piket juga” Gumamnya
Di pikirannya langsung mengutak-atik rencana.
Akhirnya dia putuskan.
Mumpung masih di kantor, mending absen dulu.
Lalu pulang, bersih-bersih, langsung ngajar di SMP, lanjut ke kampus buat UTS.
………………………………
Semua pun berjalan lancar.
……………………………….
Tibalah saatnya habis dzuhur untuk segera kembali ke kantor.
Keluarlah dia dari rumah kosnya.

Ya Allah, didapatinya ban belakang motor kempes lagi.
Ya udah dituntunnya lagi sepeda motor itu dibawah teriknya matahari di tengah hari.
Biarlah sang tukang tambal ban mengurusi ban dalam itu, sementara dia mampir ke warung untuk memenuhi hajat perutnya.
……………………………………….

Saatnya kembali ke kantor menunaikan kewajiban.
Sebenarnya diapun sadar kalau hari itu dia membolos lagi dan tidak izin pula.
Dia absen jam 6 pagi, padahal realitanya dia baru stand by di kantor jam 2 siang.
jadi sekian jam dia dibayar padahal fisiknya tidak ada di kantor.
“ah, ga apa-apa. Kan Cuma sekali-kali aja.” Pikirnya.
……………………………………………

Kali ini dia sengaja pulang setelah piket di kantor agak malam. Habis sholat maghrib dia baru pulang.
Disela-sela gerimis, dia tetap menyusuri aspal yang telah basah.
Karena habis isya dia ada jadwal ngaji.

Baru 2 kilometer dari kantor, tiba-tiba ban belakangnya oleng.
Ternyata ban belakang kempes. Ya udah dituntun lagi itu motor nyari tukang tambal ban.
Dapatlah tukang tambal ban. Setelah dicek ada dua lubang bocor.
Menunggu lagi, sambil meratapi nasib.
Motor beres, kembali jalan…….

Empat kilometer jalan, eh, ban belakan oleng lagi.
Apakah kempes lagi????
Anda benar. Ban belakang kempes.
Dan lagi-lagi harus menuntun itu motor di tengah air yang turun dari langit.
Dan kemacetan yang didominasi truk-truk kontainer besar.
Dapatlah tukang ban ban. Nunggunya lamaaaaaa banget.
Dan adzan isya pun terlewati. Gagal deh ikut isya berjamaah. Sebuah kerugian luar biasa.

Diceklah ban itu, dan ternyata bukan lubang bocor yang ditemui.
Seperti kasus pertama, ada yang sobek di sekat lubang pompa. Dan terpaksa harus ganti ban dalam baru untuk kedua kalinya.

“ya udah bang, diganti aja.”
Dan bereslah sesi itu.
Perjalanan dilanjutkan.
Acara malam itupun terselesaikan. Walaupun badan sangat capet, kusut, dan semangat hilang entah kemana.
………………………………………
Karena ga mau musibah ban belakang berkelanjutan, akhirnya dibawalah motor itu ke bengkel.
Awalnya Cuma pengen service biasa, ganti oli ma ganti ban luar belakang.
Eh, ternyata masalah merembet kemana-mana. Jadilah service besar pada motor. Lumayan juga biayanya.
………………………………..
Hatipun sedikit lega. Dan berharap motor udah sehat kembali.

Senin pagi.
Pagi yang indah, keluarlah dia menghirup udara segar di depan rumah kosnya.
Matanya menerawang sudut-sudut rumah.
Kaget dia mendapati ban belakang motornya kembali kempes.

“kan ban dalam baru, ban luarpun juga baru, bahkan udah diservice pula. Kenapa lagi ban ini bisa kempes?” tanyanya dalam hati.
Terpaksa dia pinjam motor temannya untuk keperluannya.
Karena harus ngantor pagi, dibiarkannya motor itu di rumah, masih dalam keadaan kempes.


Selasa pagi
Dengan niat membaja dituntunnya motor ke bengkel. Dan ternyata bengkelnya tutup. Alhamdulillah.
Baliklah dia balik lagi dengan muka yang dipaksakan untuk tersenyum.
Akhirnya dia minta tolong teman kosnya untuk membawa motor itu ke bengkel siang harinya (kebetulan temennya itu ga bekerja, jadi ada di kos)
………………………………..

Hari itu di kantor hatinya gundah.
Bertanya-tanya tentang yang dialaminya beberapa hari ini. Kok aneh banget.
Ada aja masalah yang mengikutinya.

Diapun mulai merenung. Jangan-jangan ada kesalahan yang dia lakukan sampai-sampai Allah menegurnya senegitu kerasnya.
Dlam renungannnya, dia flashback kejadia-kejadian yang telah dilakukannya.

Dia sadar,
Jumat sore dia bolos tanpa izin.
Sabtu pagi dia piket. Dia absen lalu pulang dan baru kembali siang harinya. Dan selama dia tidak berada di kantor itu dia tetap dibayar.

Tersentaklah hatinya.
Jangan-jangan ini yang nyebabin serangkaian hal menyedihkan ini.
Lama juga dia merenung meratapi kesalahannya.

Langsung dihitungnya kira-kira berapa rupiah uang yang tetap dibayar untuknya walaupun dia tidak berada di kantor.
Dapatlah hitungan sekian ratus ribu rupiah.
Langsung tanpa pikir panjang dia keluarkan uang itu, yang kebetulan saat itu ada pengalangan dana untuk suatu musibah bencana.

“ini bukan hakku, yang penting uang ini segera hilang dari gengamanku.”
……………………..
Hatinya lumayan tenang, walaupun masih ada bayang-bayang kesalahan menghantuinya.
Selesai amanah di kantor, pulanglah dia ke rumah.
Sampai dirumah di dapatinya motor udah sehat kembali.
Diapun menghampiri teman yang diminta benerin motor ke bengkel.

“gimana tadi, habis berapa buat motorku?’ tanyanya
“itu nggak bocor kok mas, Cuma kempes aja. Tadi tukang tambal mab sudah ngecek dan ga ada bocornya, akhirnya ya dipompa ja.” Kata temannya.
Kaget pula dia. Bagaimana ceritanya ban motor tiba-tiba kempes tapi nggak bocor????
Bagaimana pula ni ceritanya???
………………………………….
…………………………………
Bisa jadi 4 kali ban kempes, 2 kali ganti ban dalam, lalu ganti ban luar plus service besar itu adalah buah dari harta yang bukan haknya. (gara-gara dia membolos kerja tapi tetep dibayar)
Bisa jadi itu peringatan Allah buatnya

Dan setelah uang yang memang bukan haknya itu dikeluarkan, maka sepeda motor kembali ke kondisi sehat. Bahkan sampai sekarang masih sehat itu sepeda motor.

Dan biaya yang dikeluarkannya jauuuuuuuh lebih besar dari harta “ga jelas” yang diterimanya .
Rugi berkali-kali lipat.

(untuk kasus ini uang itu bahkan belum diterima, karena gajian masih bulan depan. Tapi hukuman Allah sudah ditimpakan)

Susah dijelaskan dengan logika, tapi ini memang masalah keyakinan.

Sekali lagi
harta yang bukan hak kita tak akan pernah memberikan kebahagiaan,
Hanya kesusahan dan kesengsaraan yang akan menimpa.
Yakinlah.

Jadi, masihkah berpikir untuk mendapatkan uang/harta yang buka hak kita????




Astagfirullah aladzimi.....
segera bertaubat

Read More......

Anak Kecil aja bisa. KITA ???

Shubuh pagi itu hampir sama dengan shubuh-shubuh sebelumnya.
Masjid Bitut Taqdis tetap dikunjungi banyak jamaah,
Yang kebanyakan memang jamaah tetap. Orangnya itu-itu aja.
Tak ketinggalan adik2 kecil juga turut memeriahkan pesta pahala pagi hari itu.

Tak seperti ketika maghrib atau isya yang ramai dengan canda tawa mereka. Ketika shubuh adik-adik yang rata-rata masih SD ini begitu tenang.
Mungkin mereka masih ngantuk dan belum banyak bahan untuk bercanda.

“Allahu Akbar” imam memulai sholat berjamaah
Rakaat pertama imam membaca Ar Rohman, jamaah khusyu mengikuti sholat.

Tiba-tiba dri shaf belakang terdengar suara anak kecil yangn mengikuti bacaan Ar Rohman dengan suara agak keras. Bahkan sesekali dia mendahului bacaan imam.
…………………………………………….
Pulang sholat shubuh adik-adik kecil pulang bergerombol,
Sambil bercanda, mereka menyambut pagi dengan ceria.
Tapi ada satu orang yang dengan ceria mendendangkan surat Ar Rohman.

Mungkin dia terinspirasi dari bacaan sholat tadi. Dan dia terus membacanya dengan nada khas anak kecil.
Luar Biasa.
Anak sesusia itu sudah hafal surat Ar Rohman. Dan kemungkinan dia juga hafal surat-surat lain yang agak panjang.
…………………………………………..
…………………………………………..

Malam itu ayah dan anak terlihat di salah satu sudut masjid.
Anak kecil sedang bermanja-manja di pangkuan ayahnya.

Bukan gurauan yang terdengar dari mereka,
Bukan cerita dongeng yang mereka bicarakan,

Tetapi mereka sedang muraja’ah Al Quran.
Adik kecil yang berusia sekitar 7 tahun itudengan lancar mendendangkan juz 1 dari awal sampai akhir. Juga dengan nada khas anak kecil.

Sesekali sang ayah mengoreksi hafalan anaknya.
Sungguh sebuah pemandangan luar biasa malam itu.
………………………………………
……………………………………..
Sejak kecil mereka telah berinteraksi dengan Al Quran, bahkan menghafalkannya.
Bagaimana dengan kita????
Masih ingatkah, kapan terakhir kali Al Quran itu kita baca???

Read More......