Senin, 19 Maret 2012
Kamis, 25 Agustus 2011
Mudik...Mudik....Mudik.....(yakin udah siap?????)
SIAP.....SIAP......SIAAAAAPPPP
Menghitung hari...detik..demi detik..
Akhirnya sampai juga saatnya buat mudik
.........................................................
Fenomena “pulang kampung” rasanya adalah hal biasa terjadi setiap tahun.
Tiket mahal, jalanan macet, suasana pengap, dan hal mengerikan lain tetap dilalui dengan tegar demi berkumpul dengan keluarga.
Ngantri tiket panjaaaaaaaaang...di stasiun......
Penumpang berjubel, bahkan sulit untuk bergerak......
Jalan macet penuh mobil, berhenti tanpa laju....
Itulah seni hidup yang mungkin jarang kita temui dalam hidup sehari-hari. Dan itulah pengalaman hidup yang berharga bagi mereka yang bisa melaluinya dengan sukses tanpa cela.
..................................................
Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, pikiran sudah melayang membayangkan persiapan yang harus dilakukan, bekal yang harus dibawa, oleh-oleh untuk keluarga, dan hal-hal teknis yang lain. Bahkan hal tersebut banyak menyita waktu dan tenaga kita, sehingga mengurangi makna hari-hari terakhir ramadhan.
Dan mindset sebagian orang, kalo pulang kampung persiapan harus maksimal, agar lancar di jalan, selamat sampai tujuan dan kita bisa membuktikan bahwa kita sukses di perantauan.
Kalau kita sedikit berpikir lebih dalam, ketika mudik kita terfokus pada bekal fisik (yang tampak) saja, tetapi kita sering lupa akan bekal yang sesungguhnya menjadi ruh dan inti hidup kita. Itulah bekal takwa.
..............................................
AYO BERBEKAL, KARENA SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAQWA
..............................................
Ketika mudik, kita berharap akan sampai ke tujuan dengan bahagia. Tetapi semua Allah yang menentukan.
Bisa jadi ada musibah menimpa di perjalanan. Berkumpul dengan keluarga tinggal harapan.
Untuk suatu hal yang BELUM PASTI saja kita mempersiapkan bekal dengan baik (ex: persiapan mudik), tetapi kenapa kita tidak menyiapkan bekal yang lebih baik untuk suatu hal yang PASTI terjadi dalam setiap diri manusia. Yaitu MATI.
Yang sering terjadi adalah kita terlalu sibuk dengan mudik, sehingga ruhiyah kita terbengkalai.
Padahal setelah Ramadhan adalah saatnya pembuktan hasil dari Ramadhan kita.
Itulah salah satu fenomena futur dalam diri kita.
Ketika di perantauan, mungkin kita dikenal sebagai sosok yang aktif, terutama dalam hal ibadah.
Di perantauan, masjid menjadi tempat favorit kita dan Al quran senantiasa menghiasi bibir kita.
Tetapi kenapa setelah kita pulag kampung dan berkumpul dengan keluarga, sulit sekali kaki ini untuk berangkat ke masjid.....
Mengapa bibir ini terasa berat untk membaca FirmanNya....
Fenomena lain yang terjadi..
Awal ramadhan, masjid penuh...
Akhir ramadhan, masjid sepi....
Ramadhan selesai, masjid penuh lagi (takbir dan sholat Ied)
H+1, H+2.....???? lingkungan kampung ramai, tetapi mereka pada kemana????? Kok masjid kosong.
Ada sebuah kisah menarik dari seorang teman...
Di kampungnya, ayahnya dikenal sebagi ahlul masjid. Kenapa?, ada yang tahu???
Ketika masuk waktu sholat, beliau sudah membuka pintu masjid.
Dengan tenang beliau hidupkan pengeras suara dan mengumandangkan adzan...
Setelah sholat sunnah, beliau lalu mengumandangkan Iqamat...
Beruntung jika ada satu atau dua orang yang datang sholat jamaah bersama beliau dan beliau sebagai imamnya.
Tetapi kadang-kadanng beliau menjadi “THE ONE AND ONLY”..
Beliau yang membuka kunci masjid....
Beliau yang adzan.....
Beliau yang iqamat......
Beliau yang jadi imam.......
Dan beliau sholat sendirian....(tidak ada makmum yang datang)
Pertanyaannya, ....
Pada kemana warga sekitar (termasuk kita) ??????
...................................................................
...................................................................
Dengan alasan berkumpul dengan keluarga, sering sholat berjamaah ditinggalkan.
Coba kita lihat di masjid di sekitar kita ketika sehari setelah idul fitri nanti.
Kita sering lebih sibuk ngobrol dengan sanak saudara dari pada memenuhi panggilan adzan.
Kita merasa berat untuk berhenti sejenak mampir ke masjid ketika mendengar adzan .
Dengan pekataan “Ah, nanti aja sholat dirumah..”.
Betapa ruginya kita ketika meninggalkan sholat berjamaah.
Kawan, jangan sampai itu terjadi pada diri kita.
Bangkitkan semangat dan kualitas ibadah kita
Ayo kawan, kita hidupkan kembali jiwa kita.
MUDIK perlu MANAJEMEN...
Ayo kita buat MANAJEMEN MUDIK kita.
Senin, 22 Agustus 2011
Walimatul 'Urs (Khomsun & Lilis)
Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku
Buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
Bahagia sampai ke surga
..........................................................................
.....................................
“Semoga Allah Ta’ala memberkahimu dan mudah-mudahan Allah mengekalkan berkah atasmu serta menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluqnya berpasang-pasangan, Ya Allah yang maha memiliki kasih sayang, Ridhoilah kami
Khomsun Arifin dan Lilis Tisnowati
Untuk melaksanakan syariat agama-Mu dan mengikuti Sunnah Rasul-Mu dalam sebuah Mitsaqan Ghaliza untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang penuh limpahan rahmat dan berkah-Mu
Akad Nikah :
Sabtu, 17 September 2011, Pukul 09.00 WIB
Bertempat di Desa Karang
Karang Pandan, Karang Anyar
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Seiring ungkapan syukur atas nikmat dan anugerah Allah Ta’ala, kami bermaksud menyelenggarakan Syukuran Pernikahan kami yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada :
Sabtu, 17 September 2011
Pukul 10.00 WIB
Bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Desa Karang,
Kec. Karangpandan, Karanganyar
dan
Ahad, 25 September 2011
Pukul 09.00 WIB
Bertempat di Jl. Banowati No. 23 A
Purbosuman, Ponorogo
Kesan yang dalam akan terukir di hati kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i
berkenan hadir untuk memberikan do’a restu kepada kami
Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Walimatul'Urs Part 1
Denah Lokasi Part 1
Walimatul'Urs Part 2
Denah Lokasi Part 2
Selasa, 05 Juli 2011
PENGUMUMAN USM STAN 2011
PENGUMUMAN
Nomor PENG-379/SJ/2011
TENTANG
PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I KEUANGAN
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA (STAN) TAHUN AKADEMIK 2011/2012
DALAM RANGKA REKRUTMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
Senin, 13 Juni 2011
masih punya UTANG kagak ????
Joni : Jo, tahu gal u ini bulan apa?
Bejo : ya bulan Juni lah. Masak lu lupa sih!
Ga punya kalender ya? Kasihan amat
Joni : Bukan itu Jo. Kalo bulan Juni mah, ane juga tahu.
Apalagi kalo udah bulan Juni udah kecium aroma gaji dan TC 13.
Bejo : ya bulan Juni lah. Masak lu lupa sih!
Ga punya kalender ya? Kasihan amat
Joni : Bukan itu Jo. Kalo bulan Juni mah, ane juga tahu.
Apalagi kalo udah bulan Juni udah kecium aroma gaji dan TC 13.
Yang ane maksud, tahu ga lu kalo ini sudah bulan Rajab?
Bejo : masak sih, ini udah bulan Rajab?
Bulan Rajab tu bulan kebera?
Trus, emangnya kenapa kalo ini bulan Rajab?
Joni : menurut bulletin yang ane baca setelah Jumatan,
bulan Rajab itu bulan ke tujuh dalam kalender islam.
Dan ini berarti ga lama lagi Ramadhan segera datang.
Rajab – Sya’ban – Ramadhan
Tinggal 1,5 bulan lagi
Bejo : iya, ya! Trus kenapa?
Joni : wah, ni orang ga sadar juga.
Lu kan pernah bilang,,
kalo Ramadhan tahun lalu lu pernah bolong puasanya.
Nah, puasanya udah lu bayar belum???
Bejo : Oo...iya, aku pernah bolong 2 hari.
Wah, waktunya udah mepet ya.
Berarti harus segera kubayar ni utang puasa.
Joni : iya, itu maksudku.
Dan mulai sekarang siapin diri kita dengan lebih baik.
Biar Ramadhan nati ga bolong lagi puasanya. Oke!!!
Bejo : Siap Bro...!!!
Joni : oya, satu lagi.
Nanti kalo pulang,
ingetin juga saudara2 perempuan dan wanita2 disana.
Mereka kan rutin punya ”tamu Bulanan”.
Utang puasa Ramadhan tahun lalu udah pada dibayar belum??
Bejo : Oke Sob!! Tankyu udah ngingetin
Ntar kalo udah deket Ramadhan, ingetin lagi ya.
Biar lebih siap lahir batin.....
Read More......
Bejo : masak sih, ini udah bulan Rajab?
Bulan Rajab tu bulan kebera?
Trus, emangnya kenapa kalo ini bulan Rajab?
Joni : menurut bulletin yang ane baca setelah Jumatan,
bulan Rajab itu bulan ke tujuh dalam kalender islam.
Dan ini berarti ga lama lagi Ramadhan segera datang.
Rajab – Sya’ban – Ramadhan
Tinggal 1,5 bulan lagi
Bejo : iya, ya! Trus kenapa?
Joni : wah, ni orang ga sadar juga.
Lu kan pernah bilang,,
kalo Ramadhan tahun lalu lu pernah bolong puasanya.
Nah, puasanya udah lu bayar belum???
Bejo : Oo...iya, aku pernah bolong 2 hari.
Wah, waktunya udah mepet ya.
Berarti harus segera kubayar ni utang puasa.
Joni : iya, itu maksudku.
Dan mulai sekarang siapin diri kita dengan lebih baik.
Biar Ramadhan nati ga bolong lagi puasanya. Oke!!!
Bejo : Siap Bro...!!!
Joni : oya, satu lagi.
Nanti kalo pulang,
ingetin juga saudara2 perempuan dan wanita2 disana.
Mereka kan rutin punya ”tamu Bulanan”.
Utang puasa Ramadhan tahun lalu udah pada dibayar belum??
Bejo : Oke Sob!! Tankyu udah ngingetin
Ntar kalo udah deket Ramadhan, ingetin lagi ya.
Biar lebih siap lahir batin.....
Kamis, 07 April 2011
Mabit "Istiqomah di Jalan Dakwah".... ( udah pernah QL 3 Juz ??? )
kutatap kalender yang etrgantung gagah di dinding kamar.
bulan April, itulah bulan ini.
kuamati satu persatu angka dan harinya.
sambil kuingat,
mana tanggal hitam yang jadi tanggal merah,
dan mana tanggal merah yang jadi tanggal hitam.
sampailah mata ke angka 22.
wow, tanggal merah dan bertepatan dengan hari Jumat.
"wah, libur panjang ini" gumamku.
kalo libur panjang gini, enaknya harus ada kegiatan yang bermanfaat.
kira-kira apa ya???
santai aja,
ini ada kegiatan keren, bagus, bermanfaat, dan insya Allah Berpahala.
tempatnya di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
hari kamis malam sampai Jumat pagi.
kan ketepatan hari Jumat tanggal merah (libur) jadi, bisa berlibur sekalian beribadah.
Insya Allah ustadznya keren dan luar biasa.
Udah pernah merasakan sensasi Qiyamul lail 3 juz ?????
kalo belum pernah, ini saat yang tepat.
Qiyamullail 3 juz yang luar biasa.
Ayoooooooo......... serbu..........
Read More......
bulan April, itulah bulan ini.
kuamati satu persatu angka dan harinya.
sambil kuingat,
mana tanggal hitam yang jadi tanggal merah,
dan mana tanggal merah yang jadi tanggal hitam.
sampailah mata ke angka 22.
wow, tanggal merah dan bertepatan dengan hari Jumat.
"wah, libur panjang ini" gumamku.
kalo libur panjang gini, enaknya harus ada kegiatan yang bermanfaat.
kira-kira apa ya???
santai aja,
ini ada kegiatan keren, bagus, bermanfaat, dan insya Allah Berpahala.
tempatnya di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
hari kamis malam sampai Jumat pagi.
kan ketepatan hari Jumat tanggal merah (libur) jadi, bisa berlibur sekalian beribadah.
Insya Allah ustadznya keren dan luar biasa.
Udah pernah merasakan sensasi Qiyamul lail 3 juz ?????
kalo belum pernah, ini saat yang tepat.
Qiyamullail 3 juz yang luar biasa.
Ayoooooooo......... serbu..........
Rabu, 06 April 2011
Kalo gini terus, kapan iqomatnya.....
Suatu dzuhur di sebuah masjid di pinggiran kota.
Adzanpun berkumandang dengan merdunya hingga selesai.
Bak di komando, jamaah langsung berdiri menunaikan sunnah qobliyah dzuhur.
“ngiiiieeek”
suara khas pintu masjid yang sudah agak tua mengiringi jamaah yang masuk ke dalam masjid.
Satu persatu jamaah baru datang dan mereka langsung mengambil posisi sholat sunnah.
“kok ga iqomat-iqomat sih?” kata salah seorang jamaah yang datang awal di masjid.
Memang, kalo dihitung-hitung sudah 15 menit semenjak adzan selesai dikumandangkan, iqomat belum juga ditegakkan.
Sementara itu di pojok depan, terlihat sang muadzin sibuk mengamati satu-persatu jamaah yang belum selesai melaksanakan sholat sunnah.
Satu jamaah selesai melaksanakan sholat sunnah, tapi dari arah pintu datang jamaah baru yang langsung mengerjakan sholat sunnah.
"kalau gini ga habis-habis yang sholat sunnah."
Sebenarnya muadzin akan segera melantunkan iqomat, tetapi dia merasa ga enak karena masih ada jamaah yang sedang sholat sunnah.
“tunggu sebentar lagi lah, nunggu yang masih sholat itu.” Gumam sang muadzin.
Jamaah lainpun sudah mulai gusar.
20 menit berlalu dari adzan, tapi belum juga iqomat.
Akhirnya, dengan desakan jamaah, muadzin melantunkan iqomat walaupun masih ada jamaah yang belum selesai sholat sunnah.
Dan sholat Dzuhur berjamaah pun dilaksanakan.
.................................................................
Selesai sholat, sang imam menghampiri muadzin,
“Pak, kalo dirasa udah mau iqomat, langsung iqomat saja. Tidak usah nunggu jamaah yang sholat sunnah selesai. Karena jamaah yang datang awal akan menunggu terlalu lama padahal mereka juga punya keperluan yang lain.”
“kalo bapak iqomat, nanti jamaah yang masih sholat sunnah akan menyesuaikan”
Muadzinpun masih bertanya-tanya, “trus, begaimana jamaah yang belum selesai sholat sunnah itu cara menyesuaikannya.”
“gini pak.” Kata imam dengan lembut,
.........................................................
.........................................................
Apa hukum melakukan shalat sunnah sedangkan iqamat telah dikumandangkan?
Melakukan shalat sunnah setelah iqamat dikumandangkan ada dua kemungkinan:
1. Apabila iqamat telah dikumandangkan, lalu seseorang hendak memulai shalat sunnah, maka ini jelas melanggar larangan Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya:
"Apabila telah dikumandangkan iqamat shalat (fardhu) maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu"
(HR Muslim 710)
2. Apabila iqamat dikumandangkan sedangkan seseorang sedang dalam shalat sunnah, maka ada tiga pendapat dalam masalah ini:
(a) harus diputus shalat sunnahnya dengan dalil dhahirnya hadits diatas
(b). tidak boleh diputuskan shalat sunnahnya, selama masih menjumpai imam belum selesai shalat fardhunya, walaupun imam sudah pada posisi tasyahud akhir.
(c) apabila shalat sunnahnya sudah mendapat satu raka’at, maka hendaknya diteruskan dengan meringkas shalat, lalu segera masuk shalat wajib bersama imam, hal ini didasari karena dia telah masuk ke dalam shalat sunnah dan dia sudah dianggap mendapatkan shalat sunnah tersebut dengan terselesaikannya satu rakaat, sebagaimana dalam sebuah hadits:
“barangsiapa mendapatkan satu rakaat dalam suatu shalat, maka dia telah mendapatkan shalat itu”.
(HR Bukhari no 580 dan Muslim 161).
Sehingga dia tidak boleh membatalkan shalatnya, sebagaimana firmanNya,
“Dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian”.
(QS Muhammad 47:33).
Akan tetapi kalau masih diawal rakaat atau khawatir ketinggalan rakaat pertama shalatnya imam, maka hendaknya shalat sunnahnya diputuskan, karena dia belum dihitung mendapatkan shalat sunnahnya, dan mendapatkan kesempurnaan shalat wajib lebih utama daripada menyempurnakan shalat sunnah.
Demikianlah jawaban yang diringkas dari Majmu Fatawa syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 15/85-89 dan Majmu Fatawa syaikh Ibnu Baz 11/392-394.
Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 07-Jan 08 hal 5.
Read More......
Adzanpun berkumandang dengan merdunya hingga selesai.
Bak di komando, jamaah langsung berdiri menunaikan sunnah qobliyah dzuhur.
“ngiiiieeek”
suara khas pintu masjid yang sudah agak tua mengiringi jamaah yang masuk ke dalam masjid.
Satu persatu jamaah baru datang dan mereka langsung mengambil posisi sholat sunnah.
“kok ga iqomat-iqomat sih?” kata salah seorang jamaah yang datang awal di masjid.
Memang, kalo dihitung-hitung sudah 15 menit semenjak adzan selesai dikumandangkan, iqomat belum juga ditegakkan.
Sementara itu di pojok depan, terlihat sang muadzin sibuk mengamati satu-persatu jamaah yang belum selesai melaksanakan sholat sunnah.
Satu jamaah selesai melaksanakan sholat sunnah, tapi dari arah pintu datang jamaah baru yang langsung mengerjakan sholat sunnah.
"kalau gini ga habis-habis yang sholat sunnah."
Sebenarnya muadzin akan segera melantunkan iqomat, tetapi dia merasa ga enak karena masih ada jamaah yang sedang sholat sunnah.
“tunggu sebentar lagi lah, nunggu yang masih sholat itu.” Gumam sang muadzin.
Jamaah lainpun sudah mulai gusar.
20 menit berlalu dari adzan, tapi belum juga iqomat.
Akhirnya, dengan desakan jamaah, muadzin melantunkan iqomat walaupun masih ada jamaah yang belum selesai sholat sunnah.
Dan sholat Dzuhur berjamaah pun dilaksanakan.
.................................................................
Selesai sholat, sang imam menghampiri muadzin,
“Pak, kalo dirasa udah mau iqomat, langsung iqomat saja. Tidak usah nunggu jamaah yang sholat sunnah selesai. Karena jamaah yang datang awal akan menunggu terlalu lama padahal mereka juga punya keperluan yang lain.”
“kalo bapak iqomat, nanti jamaah yang masih sholat sunnah akan menyesuaikan”
Muadzinpun masih bertanya-tanya, “trus, begaimana jamaah yang belum selesai sholat sunnah itu cara menyesuaikannya.”
“gini pak.” Kata imam dengan lembut,
.........................................................
.........................................................
Apa hukum melakukan shalat sunnah sedangkan iqamat telah dikumandangkan?
Melakukan shalat sunnah setelah iqamat dikumandangkan ada dua kemungkinan:
1. Apabila iqamat telah dikumandangkan, lalu seseorang hendak memulai shalat sunnah, maka ini jelas melanggar larangan Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya:
"Apabila telah dikumandangkan iqamat shalat (fardhu) maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu"
(HR Muslim 710)
2. Apabila iqamat dikumandangkan sedangkan seseorang sedang dalam shalat sunnah, maka ada tiga pendapat dalam masalah ini:
(a) harus diputus shalat sunnahnya dengan dalil dhahirnya hadits diatas
(b). tidak boleh diputuskan shalat sunnahnya, selama masih menjumpai imam belum selesai shalat fardhunya, walaupun imam sudah pada posisi tasyahud akhir.
(c) apabila shalat sunnahnya sudah mendapat satu raka’at, maka hendaknya diteruskan dengan meringkas shalat, lalu segera masuk shalat wajib bersama imam, hal ini didasari karena dia telah masuk ke dalam shalat sunnah dan dia sudah dianggap mendapatkan shalat sunnah tersebut dengan terselesaikannya satu rakaat, sebagaimana dalam sebuah hadits:
“barangsiapa mendapatkan satu rakaat dalam suatu shalat, maka dia telah mendapatkan shalat itu”.
(HR Bukhari no 580 dan Muslim 161).
Sehingga dia tidak boleh membatalkan shalatnya, sebagaimana firmanNya,
“Dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian”.
(QS Muhammad 47:33).
Akan tetapi kalau masih diawal rakaat atau khawatir ketinggalan rakaat pertama shalatnya imam, maka hendaknya shalat sunnahnya diputuskan, karena dia belum dihitung mendapatkan shalat sunnahnya, dan mendapatkan kesempurnaan shalat wajib lebih utama daripada menyempurnakan shalat sunnah.
Demikianlah jawaban yang diringkas dari Majmu Fatawa syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 15/85-89 dan Majmu Fatawa syaikh Ibnu Baz 11/392-394.
Sumber: majalah al-Furqon edisi 5 tahun ke-7/Dzul Hijjah 1428/Des 07-Jan 08 hal 5.
Kamis, 31 Maret 2011
Mencari Alasan untuk BAHAGIA
Aku bahagia karena aku hidup
Aku bahagia karena aku masih bisa bernafas
Aku bahagia karena masih bisa melihat
Aku bahagia karena masih mampu mendengar
Aku bahagia karena aku masih punya banyak kawan
Aku bahagia karena masih mampu berjabat tangan sembari melantunkan salam
Aku bahagia karena masih bisa tersenyum menceriakan suasana
Aku bahagia karena aku masih bisa berkarya
Aku bahagia karena aku bisa bermanfaat bagi sesama
Aku gembira karena masih punya tenaga untuk sholat
Aku gembira karena masih diberi waktu untuk tilawah
Aku gembira karena masih diberi kesempatan untuk bisa bangun sebelum shubuh
Aku gembira karena masih mampu berbakti pada orang tua
Aku gembira karena masih ada rizki yang bisa diinfakkan
Aku gembira karena masih ada rizki untuk mencukupi kebutuhan
Aku bersyukur karena aku diberi musibah
Aku bersyukur karena aku mendapat ujian
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk menerima cobaan
Aku bersyukur karena masih bisa memaafkan
Aku sangat berbahagia atas anugerah iman
Aku sangat bergembira akan hidayah Islam
Dan aku sangat bersyukur karena masihmempunyai Allah, Rabbu alamin
Dengan berbahagia, kan kudapat segalanya
Dengan bergembira, kan kuraih cita-cita
Dan dengan bersyukur kuharap RidloNya
Read More......
Aku bahagia karena aku masih bisa bernafas
Aku bahagia karena masih bisa melihat
Aku bahagia karena masih mampu mendengar
Aku bahagia karena aku masih punya banyak kawan
Aku bahagia karena masih mampu berjabat tangan sembari melantunkan salam
Aku bahagia karena masih bisa tersenyum menceriakan suasana
Aku bahagia karena aku masih bisa berkarya
Aku bahagia karena aku bisa bermanfaat bagi sesama
Aku gembira karena masih punya tenaga untuk sholat
Aku gembira karena masih diberi waktu untuk tilawah
Aku gembira karena masih diberi kesempatan untuk bisa bangun sebelum shubuh
Aku gembira karena masih mampu berbakti pada orang tua
Aku gembira karena masih ada rizki yang bisa diinfakkan
Aku gembira karena masih ada rizki untuk mencukupi kebutuhan
Aku bersyukur karena aku diberi musibah
Aku bersyukur karena aku mendapat ujian
Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk menerima cobaan
Aku bersyukur karena masih bisa memaafkan
Aku sangat berbahagia atas anugerah iman
Aku sangat bergembira akan hidayah Islam
Dan aku sangat bersyukur karena masihmempunyai Allah, Rabbu alamin
Dengan berbahagia, kan kudapat segalanya
Dengan bergembira, kan kuraih cita-cita
Dan dengan bersyukur kuharap RidloNya
Kehilangan itu biasa
Setelah sholat dzuhur berjamaah, segarlah jiwa Ipin. Segera dia keluar dari masjid dan berharap bisa segera pulang. Hari Minggu itu dia menikmati liburan di rumah, sejenak rehat dari aktivitas kerjaan yang menyita banyak waktunya.
Tidak peduli siang maupun malam,
Tak peduli tanggal merahpun kadang tugas selalu menanti.
Tanggal hitam jadi merah, tanggal merah jadi hitam.
Sampai di teras masjid, dia mencari-cari sendal kesayangannya (sandal satu-satunya yang dia punya)
Terkejut Ipin tidak mendapati sendalnya.
Ditunggunya sampai jamaah pulang semua sambil berharap ada sendal tersisa yang bisa dia pinjem buat pulang.
Dalam hati dia mengatakan mungkin sendalnya tertukar sama jamaah lain.
Tapi ternyata sendalnya benar-benar hilang dan tak kembali.
..........................................
..........................................
Pernahkah anda kehilangan sendal ??
Atau pernahkah anda mengambil sendal orang lain???
Ketika kehilangan sendal, mungkin kita dengan santai mengatakan,”Ah, ga apa-apa. Semoga sendal itu bermanfaat buat orang lain.”
“dengan hilangnya sendal ini, berarti aku akan dapat sendal yang baru (sendal baru)”
Itu mungkin beberapa kalimat untuk memotivasi diri sendiri, dan wujud keikhlasan untuk merelakan sendal.
Dan akan dengan cepat kita melupakan kehilangan sendal kita.....
Ikhlas....
Ikhlas.....
Waktupun berlalu dan terlupakanlah sendal itu dan ketika mengingat kejadiannya, tak ada penyesalan atau rasa sakit di hati.
Beberapa waktu kemudian, si Ipin kaget setelah melihat kantongnya. Ternyata dia kehilangan uang sebesar 300 ribu.
Dia sibuk mencari uang itu setiap lorong di kamar dan rumahnya dijamah sampai tuntas.
Bahkan diambil motornya lalu dia menyusuri jalanan yang dia lewati tadi sambil mengingat ingat kira-kira dimana uang itu jatuh.........
Hatinya masih sakit dan merasa sangat kehilangan.
Dia membayangkan apa yang bisa dia lakukan dengan uang sebesar itu.
Dibayangkannya dia bisa membeli banyak barang dengan uang itu.
Seiring berjalannya waktu, dia mulai lupa akan kehilangan uang 300 ribu.
Tapi ketika mengingatnya, masih ada rasa sakit yang menjalar di hati.
Itu baru 300 ribu,
Pernah ada seseorang yang kehilangan uang 10 juta. Padahal uang itu ditaruh di dalam kamarnya.
Hatinya sakit, kecewa. Dan pikirannya tertuju pada orang-orang yang sering masuk ke kamarnya.
Ketika kita kehilangan harta yang bisa dibilang jumlahnya besar, akan semakin sakit yang terasa dalam hati ini.
Coba bayangkan. Uang 10 juta yang kita cari dengan susah payah, tiba-tiba hilang begitu saja. Sakit ga hati anda??
Bahkan tak jarang, kehilangan uang tersebut memicu kita untuk pergi ke dukun.
Ujian dari Allah memang datang untuk menguji keimanan diri.
Seiring tumbuhnya iman di hati, akan semakin berat pula ujian dan cobaan yang allah berikan.
Ketika kehilangan sendal, kita masih mampu untuk tersenyum sembari mengikhlaskan kepergian sendal tersebut.
Seyogyanya, ketika kita kehilangan uang yang besar (misal 10 juta) kita usahakn untuk bersikap sebagaimana kehilangan sendal.
Ikhlas dan merelakannya.
Lebihi indah membayangkan dan memikirkan sisi positif dari kehilangan tersebut.
Dengan kehilangan uang 10 juta, berarti aku akan mendapatkan ganti yang lebih banyak dari Allah
Dengan raibnya uang 10 juta, berarti akan terbuika pintu-pintu rizki yang lainnya,
Dengan hilangnya uang tersebut, semoga menjadi kafarat atas harta-harta haram yang tercampur dalam hartaku.
Dengan hilangnya uang itu, semoga sebagai pengganti musibah atau bencana yang akan Allah datangkan padaku.
Karena dengan kehilangan uang itu, kita juga masih bisa hidup,
Masih tercukupi kebutuhan, dan
Masih bisa berusaha untuk menjemput rizki allah yang bisa jadi jauh lebih besar lagi.
Jadi, sabarlah dan syukurilah atas kehilangan itu.
Karena itu hanyalah uang,
Dan tidak setiap orang diberi kesempatan untuk mendapatkan cobaan seperti itu.
Kamu adalah insan yang terpilih, karena kamu mampu menghadapinya.
Dan tetaplah berdoa agar dirimu tidak kehilangan hal paling berharga dalam hidup,
Yaitu kehilangan Iman dan Islam.
Karena dengan Iman dan Islam itulah kau menjadi manusia yang mulia.
Dan iman dan Islam tak akan terbeli dengan melimpahnya harta,
Iman dan islam adalah anugerah,
Selamat menjadi manusia mulia dengan menikmati keindahan Iman dan Islam
#real story from someone
Read More......
Tidak peduli siang maupun malam,
Tak peduli tanggal merahpun kadang tugas selalu menanti.
Tanggal hitam jadi merah, tanggal merah jadi hitam.
Sampai di teras masjid, dia mencari-cari sendal kesayangannya (sandal satu-satunya yang dia punya)
Terkejut Ipin tidak mendapati sendalnya.
Ditunggunya sampai jamaah pulang semua sambil berharap ada sendal tersisa yang bisa dia pinjem buat pulang.
Dalam hati dia mengatakan mungkin sendalnya tertukar sama jamaah lain.
Tapi ternyata sendalnya benar-benar hilang dan tak kembali.
..........................................
..........................................
Pernahkah anda kehilangan sendal ??
Atau pernahkah anda mengambil sendal orang lain???
Ketika kehilangan sendal, mungkin kita dengan santai mengatakan,”Ah, ga apa-apa. Semoga sendal itu bermanfaat buat orang lain.”
“dengan hilangnya sendal ini, berarti aku akan dapat sendal yang baru (sendal baru)”
Itu mungkin beberapa kalimat untuk memotivasi diri sendiri, dan wujud keikhlasan untuk merelakan sendal.
Dan akan dengan cepat kita melupakan kehilangan sendal kita.....
Ikhlas....
Ikhlas.....
Waktupun berlalu dan terlupakanlah sendal itu dan ketika mengingat kejadiannya, tak ada penyesalan atau rasa sakit di hati.
Beberapa waktu kemudian, si Ipin kaget setelah melihat kantongnya. Ternyata dia kehilangan uang sebesar 300 ribu.
Dia sibuk mencari uang itu setiap lorong di kamar dan rumahnya dijamah sampai tuntas.
Bahkan diambil motornya lalu dia menyusuri jalanan yang dia lewati tadi sambil mengingat ingat kira-kira dimana uang itu jatuh.........
Hatinya masih sakit dan merasa sangat kehilangan.
Dia membayangkan apa yang bisa dia lakukan dengan uang sebesar itu.
Dibayangkannya dia bisa membeli banyak barang dengan uang itu.
Seiring berjalannya waktu, dia mulai lupa akan kehilangan uang 300 ribu.
Tapi ketika mengingatnya, masih ada rasa sakit yang menjalar di hati.
Itu baru 300 ribu,
Pernah ada seseorang yang kehilangan uang 10 juta. Padahal uang itu ditaruh di dalam kamarnya.
Hatinya sakit, kecewa. Dan pikirannya tertuju pada orang-orang yang sering masuk ke kamarnya.
Ketika kita kehilangan harta yang bisa dibilang jumlahnya besar, akan semakin sakit yang terasa dalam hati ini.
Coba bayangkan. Uang 10 juta yang kita cari dengan susah payah, tiba-tiba hilang begitu saja. Sakit ga hati anda??
Bahkan tak jarang, kehilangan uang tersebut memicu kita untuk pergi ke dukun.
Ujian dari Allah memang datang untuk menguji keimanan diri.
Seiring tumbuhnya iman di hati, akan semakin berat pula ujian dan cobaan yang allah berikan.
Ketika kehilangan sendal, kita masih mampu untuk tersenyum sembari mengikhlaskan kepergian sendal tersebut.
Seyogyanya, ketika kita kehilangan uang yang besar (misal 10 juta) kita usahakn untuk bersikap sebagaimana kehilangan sendal.
Ikhlas dan merelakannya.
Lebihi indah membayangkan dan memikirkan sisi positif dari kehilangan tersebut.
Dengan kehilangan uang 10 juta, berarti aku akan mendapatkan ganti yang lebih banyak dari Allah
Dengan raibnya uang 10 juta, berarti akan terbuika pintu-pintu rizki yang lainnya,
Dengan hilangnya uang tersebut, semoga menjadi kafarat atas harta-harta haram yang tercampur dalam hartaku.
Dengan hilangnya uang itu, semoga sebagai pengganti musibah atau bencana yang akan Allah datangkan padaku.
Karena dengan kehilangan uang itu, kita juga masih bisa hidup,
Masih tercukupi kebutuhan, dan
Masih bisa berusaha untuk menjemput rizki allah yang bisa jadi jauh lebih besar lagi.
Jadi, sabarlah dan syukurilah atas kehilangan itu.
Karena itu hanyalah uang,
Dan tidak setiap orang diberi kesempatan untuk mendapatkan cobaan seperti itu.
Kamu adalah insan yang terpilih, karena kamu mampu menghadapinya.
Dan tetaplah berdoa agar dirimu tidak kehilangan hal paling berharga dalam hidup,
Yaitu kehilangan Iman dan Islam.
Karena dengan Iman dan Islam itulah kau menjadi manusia yang mulia.
Dan iman dan Islam tak akan terbeli dengan melimpahnya harta,
Iman dan islam adalah anugerah,
Selamat menjadi manusia mulia dengan menikmati keindahan Iman dan Islam
#real story from someone
Rabu, 30 Maret 2011
Bila kamu (jujur) pada Allah, maka Allah akan menepati (janji-Nya) kepadamu
ada seorang Badui datang kepada Rasulullah SAW lantas beriman kepadanya dan mengikuti (ajaran Islam).
Sang Badui bertanya (kepada Nabi), Apakah saya hijrah bersamamu?
Maka Rasulullah SAW menitipkan orang Badui tersebut kepada sahabatnya untuk hijrah.
Ketika terjadi perang Khaibar, Rasulullah memperoleh harta rampasan dan membagi-bagikannya.
Nabi SAW memberi bagian buat orang Badui itu dan menitipkan bagiannya itu kepada sahabat. Saat pembagian, orang Baduai tidak ada, sedang menggembalakan unta mereka (para sahabat).
Ketika datang, para sahabat menyerahkan bagian itu kepadanya, Ia lantas bertanya, “Apakah ini?”
Mereka menjawab, “Ini adalah bagian yang telah ditetapkan oleh Rasulullah untukmu.” Orang Badui mengambil bagian tersebut dan membawanya kepada Nabi SAW.
”Tidak karena ini saya mengikutimu, akan tetapi saya mengikutimu agar leherku ini ditembus oleh anak panah, hingga saya mati lalu masuk surga.”
Rasulullah SAW berkata, “Bila kamu (jujur) pada Allah, maka Allah akan menepati (janji-Nya) kepadamu.”
Setelah itu para sahabat bangkit untuk memerangi musuh.
Kemudian orang Badui dibawa ke (hadapan) Nabi SAW dalam keadaan syahid.
Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Diakah orang itu ?”
Mereka (para sahabat) menjawab, “Benar.” R
asulullah SAW bersabda, “Ia jujur kepada Allah, maka Allah membuktikan (janji-Nya).”
(Sunnah An-Nasai 4/60. Kitabul Janaiz, bab Ash-Shalatu ‘Alasy-Syuhada). Read More......
Sang Badui bertanya (kepada Nabi), Apakah saya hijrah bersamamu?
Maka Rasulullah SAW menitipkan orang Badui tersebut kepada sahabatnya untuk hijrah.
Ketika terjadi perang Khaibar, Rasulullah memperoleh harta rampasan dan membagi-bagikannya.
Nabi SAW memberi bagian buat orang Badui itu dan menitipkan bagiannya itu kepada sahabat. Saat pembagian, orang Baduai tidak ada, sedang menggembalakan unta mereka (para sahabat).
Ketika datang, para sahabat menyerahkan bagian itu kepadanya, Ia lantas bertanya, “Apakah ini?”
Mereka menjawab, “Ini adalah bagian yang telah ditetapkan oleh Rasulullah untukmu.” Orang Badui mengambil bagian tersebut dan membawanya kepada Nabi SAW.
”Tidak karena ini saya mengikutimu, akan tetapi saya mengikutimu agar leherku ini ditembus oleh anak panah, hingga saya mati lalu masuk surga.”
Rasulullah SAW berkata, “Bila kamu (jujur) pada Allah, maka Allah akan menepati (janji-Nya) kepadamu.”
Setelah itu para sahabat bangkit untuk memerangi musuh.
Kemudian orang Badui dibawa ke (hadapan) Nabi SAW dalam keadaan syahid.
Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Diakah orang itu ?”
Mereka (para sahabat) menjawab, “Benar.” R
asulullah SAW bersabda, “Ia jujur kepada Allah, maka Allah membuktikan (janji-Nya).”
(Sunnah An-Nasai 4/60. Kitabul Janaiz, bab Ash-Shalatu ‘Alasy-Syuhada). Read More......
Selasa, 22 Maret 2011
ayo MABIT yuuuk.....
Ayooo mabit yuk......
Insya Allah, buanyak banget manfaatnya.
MABIT ini terbuka ungtuk IKHWAN dan AKHWAT.
So, ajak teman-teman dan keluarga semua.......
Read More......
Selasa, 28 Desember 2010
Hari ini apa yang akan kutulis?
Manusia seperti sebuah buku.
cover depan adalah tgl lahir.
cover belakang adalah tgl kematian.
Tiap lembarnya, adalah tiap² hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.
Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.
Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg tidak sama sekali.
cover depan adalah tgl lahir.
cover belakang adalah tgl kematian.
Tiap lembarnya, adalah tiap² hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.
Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.
Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg tidak sama sekali.
Sekali menulis, tidak akan pernah berhenti sampai selesai.
Yg hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita,
seburuk apapun kemarin,
Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan yg baru utk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yg sudah ditetapkanNya untuk kita masing².
Nikmatilah dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal² yg benar.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupanmu selesai, engkau didapati sebagai pribadi yg berkenan kepadaNya.
Dan buku kehidupanmu layak untuk dijadikan teladan bagi generasi setelahnya.
Selamat menulis di buku kehidupanmu, dengan tinta cinta dan pena kebijakan
abas@siapkpu
Read More......
Yg hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita,
seburuk apapun kemarin,
Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan yg baru utk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yg sudah ditetapkanNya untuk kita masing².
Nikmatilah dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal² yg benar.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupanmu selesai, engkau didapati sebagai pribadi yg berkenan kepadaNya.
Dan buku kehidupanmu layak untuk dijadikan teladan bagi generasi setelahnya.
Selamat menulis di buku kehidupanmu, dengan tinta cinta dan pena kebijakan
abas@siapkpu
Kamis, 23 Desember 2010
inisiator dalam kebaikan??? kenapa tidak!!!
Musholla kecil itu sudah tampak lumayan ramai oleh jamaah yang menantikan waktu sholat Isya. Beberapa baru masuk dengan jaket yang membalut tubuh serta tas besar yang menghiasi tangannya..
Itulah sebuah mushollah disebuah stasiun di ibu kota. Para jamaah nota bene adalah calon penumpang kereta yang menyempatkan diri untuk menunaikan kewajiban pada Rabbnya disaat ribuan calon penumpang lain hanya duduk-duduk menunggu kereta datang.
Itulah sebuah mushollah disebuah stasiun di ibu kota. Para jamaah nota bene adalah calon penumpang kereta yang menyempatkan diri untuk menunaikan kewajiban pada Rabbnya disaat ribuan calon penumpang lain hanya duduk-duduk menunggu kereta datang.
Dari kejauhan terdengar sayup-sayup kumandang adzan, memang kurang jelas suaranya.
Serta merta ada orang didepan musholla yang berseru,” sudah adzan pak, silakan.’
Semua jamaah terdiam dan saling memandang. Lumayan lama keadaan hening, hanya tatapan mata yang seolah saling tunjuk untuk memulai sesuatu.
Disaat keheningan itu, dari pojok depan tiba-tiba berkumandang suara lantang, keras nan merdu.
Suara adzan meluncur dari bibir indah seorang pemuda. Pemuda yang kelihatannya juga akan bepergian jauh. Tampak dari pakaian dan perbekalan yang ada disampingnya.
Suasana menjadi hidup. Bak seorang dirijen, setiap lantunan suara adzan, langsung dijawab oleh jamaah lain.
Begitu seterusnya hingga adzan berakhir. Dan dimulailah sholat berjamaah, bersujud pada Rabb seluruh alam.
.......................................
.......................................
Dini hari, beberapa saat sebelum shubuh, kereta sudah sampai di stasiun terakhir. Tanpa komando, seluruh penumpang langsung berhamburan keluar. Saat itu menunjukkan pukul 03.30. masih terlalu pagi untuk menuju tujuan.
Akhirnya, musholla stasiun menjadi pilihan utama. Takjub saat itu, melihat musholla yang lumayan besar dan bagus. Kucoba untuk membandingkan dengan keadaan musholla di stasiun lain yang kondisinya tidak lebih baik dari musholla itu. Padahal yang kuinjak saat ini adalah stasiun kecil, tapi mempunyai tempat ibadah yang bagus dan terawat. Subhanallah.
Masih ada waktu untuk sedikit ”ngobrol” dengan Sang Pencipta.
Dan masuklah waktu shubuh. Dari luar stasiun, samar-samar suara adzan masuk ke telinga. Ternyata sama dengan kondisi sebelumnya. Suasanapun hening, hanya tatapan mata yang saling mencari.
Tiba-tiba dari pojok kiri depan seorang pemuda berdiri dan langsung melantunkan dzan dari mulutnya. Walaupun dengan suara agak serak, namun kumandang adzan itu mampu membangunkan jiwa jamaah dan orang-orang di dalam stasiun. Dan dimulailah sholat shubuh berjamaah di negeri yang asing ini.
...................................
...................................
Tidak semua orang mampu untuk menjadi seorang pionir,
Tidak semua dari kita yang mamapu untuk mengajak dirinya menjadi yang pertama melakukan suatu kebaikan,
Dan tidak semua orang punya inisiatif dan mampu merealisasikan inisiatif itu dalam tindakan nyata.
Pemuda itu, walaupun masih muda dan banyak orang-orang yang lebih senior saat itu, mampu untuk menjadi seorang inisiator dan pendobrak suasana.
Dia mampu melawan rasa malu, grogi, rasa ga enak, dan berbagai ketakuatan lain yang membayanginya.
Dia mampu memaksa jiwa dan badannya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan.
Walaupun suaranya tak seberapa bagus, tapi keberaniannya menunjukkan kualitas dirinya.
Kalau untuk melakukan kebikan, kenapa harus malu!!!
Kalau untuk mengajak manusia menuju Ridho Allah, kenapa kita selalu banyak pertimbangan yang akhirnya tidak jadi kita lakukan,
Kenapa kita tidak mampu membangun kekuatan diri untuk bersegera dalam kebaikan......
Kesempatan untuk melakuakn kebaikan itu banyak tersebar di sekeliling kita,
Cuma, apakah kita mampu untuk menangkap peluang tersebut dan merealisasikan peluang kebaikan menjadi tindakan nyata.
Mari ................
fastabikul Khoirat
khomsun arifin
oleh-oleh dari perjalanan panjang
Read More......
Serta merta ada orang didepan musholla yang berseru,” sudah adzan pak, silakan.’
Semua jamaah terdiam dan saling memandang. Lumayan lama keadaan hening, hanya tatapan mata yang seolah saling tunjuk untuk memulai sesuatu.
Disaat keheningan itu, dari pojok depan tiba-tiba berkumandang suara lantang, keras nan merdu.
Suara adzan meluncur dari bibir indah seorang pemuda. Pemuda yang kelihatannya juga akan bepergian jauh. Tampak dari pakaian dan perbekalan yang ada disampingnya.
Suasana menjadi hidup. Bak seorang dirijen, setiap lantunan suara adzan, langsung dijawab oleh jamaah lain.
Begitu seterusnya hingga adzan berakhir. Dan dimulailah sholat berjamaah, bersujud pada Rabb seluruh alam.
.......................................
.......................................
Dini hari, beberapa saat sebelum shubuh, kereta sudah sampai di stasiun terakhir. Tanpa komando, seluruh penumpang langsung berhamburan keluar. Saat itu menunjukkan pukul 03.30. masih terlalu pagi untuk menuju tujuan.
Akhirnya, musholla stasiun menjadi pilihan utama. Takjub saat itu, melihat musholla yang lumayan besar dan bagus. Kucoba untuk membandingkan dengan keadaan musholla di stasiun lain yang kondisinya tidak lebih baik dari musholla itu. Padahal yang kuinjak saat ini adalah stasiun kecil, tapi mempunyai tempat ibadah yang bagus dan terawat. Subhanallah.
Masih ada waktu untuk sedikit ”ngobrol” dengan Sang Pencipta.
Dan masuklah waktu shubuh. Dari luar stasiun, samar-samar suara adzan masuk ke telinga. Ternyata sama dengan kondisi sebelumnya. Suasanapun hening, hanya tatapan mata yang saling mencari.
Tiba-tiba dari pojok kiri depan seorang pemuda berdiri dan langsung melantunkan dzan dari mulutnya. Walaupun dengan suara agak serak, namun kumandang adzan itu mampu membangunkan jiwa jamaah dan orang-orang di dalam stasiun. Dan dimulailah sholat shubuh berjamaah di negeri yang asing ini.
...................................
...................................
Tidak semua orang mampu untuk menjadi seorang pionir,
Tidak semua dari kita yang mamapu untuk mengajak dirinya menjadi yang pertama melakukan suatu kebaikan,
Dan tidak semua orang punya inisiatif dan mampu merealisasikan inisiatif itu dalam tindakan nyata.
Pemuda itu, walaupun masih muda dan banyak orang-orang yang lebih senior saat itu, mampu untuk menjadi seorang inisiator dan pendobrak suasana.
Dia mampu melawan rasa malu, grogi, rasa ga enak, dan berbagai ketakuatan lain yang membayanginya.
Dia mampu memaksa jiwa dan badannya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan.
Walaupun suaranya tak seberapa bagus, tapi keberaniannya menunjukkan kualitas dirinya.
Kalau untuk melakukan kebikan, kenapa harus malu!!!
Kalau untuk mengajak manusia menuju Ridho Allah, kenapa kita selalu banyak pertimbangan yang akhirnya tidak jadi kita lakukan,
Kenapa kita tidak mampu membangun kekuatan diri untuk bersegera dalam kebaikan......
Kesempatan untuk melakuakn kebaikan itu banyak tersebar di sekeliling kita,
Cuma, apakah kita mampu untuk menangkap peluang tersebut dan merealisasikan peluang kebaikan menjadi tindakan nyata.
Mari ................
fastabikul Khoirat
khomsun arifin
oleh-oleh dari perjalanan panjang
Rabu, 22 Desember 2010
Benarkah kau sudah mengenalku??
Inilah diriku apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada.
Dua hal yang senantiasa ada dan menyertai setiap langkahku.
Dua sisi kehidupan yang menghiasi keseharianku.
Apakah kau sudah mengenalku?
Ketika hanya beberapa kali kita bertemu,
Mungkin hanya tampilan fisik sumber penilaianmu,
Dan sedikit tingkah laku yang membekas di ingatanmu.
Dan apa itu cukup untuk mengatakan bahwa diriku ini orang yang baik??
belum
Apa kau sudah mengenalku?
Ketika hanya melalui dunia maya kau tahu tentang diriku
Ketika hanya melalui obrolan teman-teman mengenai diriku.
Apa itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa aku termasuk orang yang jahat???
Belum
Ketika beberapa kali kau bertemu denganku di masjid.
Beberapa kali kau menemukanku di majlis ta’lim.
Apa itu sudah cukup untuk menyatakan bahwa diri ini adalah manusia yang sholeh???
Belum
Itu belum cukup saudaraku,
Kau baru tahu sedikit tentang diriku,
Kau bariu tahu sekedar kulit dari kehidupanku.
Bisa jadi semakin kau mengenalku, kau akan menemukan banyak sifat buruk dan aib yang terpendam.
Dan bisa jadi semakin kau tahu tentang diriku, akan kau temukan kebaikan-kebaikan yang memotifasi.
Apakah kau sudah mengenalku??
Untuk tahu lebih jauh tentangku, dengan segala kebaikan dan kaburukanku. Bolehlah kita ambil cara Umar bin Khottob untuk bisa menilai seseorang dari sumber yang valid.
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang meminta jabatan kepada Umar bin Khottob. Umar ingin tahu lebih jauh tentang laki-laki ini dan sekaligus menilai kelayakannya.
Maka Umar bertaka,”Bawalah orang yang mengenalmu kesini.”
Lelaki itu lalu pulang dan kembali dengan membawa seorang teman. Lalu Umar bertanya kepada orang itu.
”Apakah engkau kenal dengan orang ini?’
”ya”
”Apakah engkau tetangganya dan tahu keadaan yang sebenarnya?’ umar bertanya.
”Tidak” kata orang itu.
”Apakah engkau pernah menemaninya dalam perjalanan hingga engkau tahu pasti perangai dan akhlaknya?”
”Tidak.”
”Apakah engkau pernah berhubungan masalah uang dengan orang itu hingga engkau tahu bahwa dia sangat takut memakan barang yang haram?’
”Tidak”.
”Apakah engkau hanya mengenalnya di masjid ketika dia berdiri dan duduk di masjid?”
”Ya”.
”enyahlah kau dari sini. Engkau tidak mengenalnya!” kata Umar kepada orang tersebut.
Dalam riwayat lain disebutkan, seseorang berkata kepada Amirul Mu’minin Umar bin Khottob bahwa si Fulan itu seseorang yang jujur. Maka Amirul Mu’minin bertanya,
”Apakah engkau pernah menempuh perjalanan bersamanya?”
”Tidak”
”Apakah pernah terjadi permusuhan antara engkau dan dia?” Tanya Umar.
”Tidak”.
”Apakah engkau pernah memberinya amanat?”
”Tidak”
”kalau begitu, engkau tidak mengenalnya selain melihatnya mengangkat dan menundukkan kepalanya di masjid.”Kata Umar.
Kenalilah diriku dan kenalilah orang lain secara benar, sebelum kau memberikan penilaian kepadanya.
Kalau belum bisa mengenalnya sendiri, maka carilah informasi dari orang yang benar-benar mengenalnya.
kenalilah diriku,
dan aku juga akan berusaha mengenali dirimu
Khomsun Arifin,
Pagi yang segar ketika keringat masih membasuh tubuh.
22122010
Read More......
Dua hal yang senantiasa ada dan menyertai setiap langkahku.
Dua sisi kehidupan yang menghiasi keseharianku.
Apakah kau sudah mengenalku?
Ketika hanya beberapa kali kita bertemu,
Mungkin hanya tampilan fisik sumber penilaianmu,
Dan sedikit tingkah laku yang membekas di ingatanmu.
Dan apa itu cukup untuk mengatakan bahwa diriku ini orang yang baik??
belum
Apa kau sudah mengenalku?
Ketika hanya melalui dunia maya kau tahu tentang diriku
Ketika hanya melalui obrolan teman-teman mengenai diriku.
Apa itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa aku termasuk orang yang jahat???
Belum
Ketika beberapa kali kau bertemu denganku di masjid.
Beberapa kali kau menemukanku di majlis ta’lim.
Apa itu sudah cukup untuk menyatakan bahwa diri ini adalah manusia yang sholeh???
Belum
Itu belum cukup saudaraku,
Kau baru tahu sedikit tentang diriku,
Kau bariu tahu sekedar kulit dari kehidupanku.
Bisa jadi semakin kau mengenalku, kau akan menemukan banyak sifat buruk dan aib yang terpendam.
Dan bisa jadi semakin kau tahu tentang diriku, akan kau temukan kebaikan-kebaikan yang memotifasi.
Apakah kau sudah mengenalku??
Untuk tahu lebih jauh tentangku, dengan segala kebaikan dan kaburukanku. Bolehlah kita ambil cara Umar bin Khottob untuk bisa menilai seseorang dari sumber yang valid.
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang meminta jabatan kepada Umar bin Khottob. Umar ingin tahu lebih jauh tentang laki-laki ini dan sekaligus menilai kelayakannya.
Maka Umar bertaka,”Bawalah orang yang mengenalmu kesini.”
Lelaki itu lalu pulang dan kembali dengan membawa seorang teman. Lalu Umar bertanya kepada orang itu.
”Apakah engkau kenal dengan orang ini?’
”ya”
”Apakah engkau tetangganya dan tahu keadaan yang sebenarnya?’ umar bertanya.
”Tidak” kata orang itu.
”Apakah engkau pernah menemaninya dalam perjalanan hingga engkau tahu pasti perangai dan akhlaknya?”
”Tidak.”
”Apakah engkau pernah berhubungan masalah uang dengan orang itu hingga engkau tahu bahwa dia sangat takut memakan barang yang haram?’
”Tidak”.
”Apakah engkau hanya mengenalnya di masjid ketika dia berdiri dan duduk di masjid?”
”Ya”.
”enyahlah kau dari sini. Engkau tidak mengenalnya!” kata Umar kepada orang tersebut.
Dalam riwayat lain disebutkan, seseorang berkata kepada Amirul Mu’minin Umar bin Khottob bahwa si Fulan itu seseorang yang jujur. Maka Amirul Mu’minin bertanya,
”Apakah engkau pernah menempuh perjalanan bersamanya?”
”Tidak”
”Apakah pernah terjadi permusuhan antara engkau dan dia?” Tanya Umar.
”Tidak”.
”Apakah engkau pernah memberinya amanat?”
”Tidak”
”kalau begitu, engkau tidak mengenalnya selain melihatnya mengangkat dan menundukkan kepalanya di masjid.”Kata Umar.
Kenalilah diriku dan kenalilah orang lain secara benar, sebelum kau memberikan penilaian kepadanya.
Kalau belum bisa mengenalnya sendiri, maka carilah informasi dari orang yang benar-benar mengenalnya.
kenalilah diriku,
dan aku juga akan berusaha mengenali dirimu
Khomsun Arifin,
Pagi yang segar ketika keringat masih membasuh tubuh.
22122010
dia yang menuntunku pulang
Sabtu pagi sampai sore,
Masih melaksanakan amanah dan tugas di Jakarta.
Jakarta Timur-Jakarta Pusat-Jakarta Utara.
Sabtu petang,
Berhasil sampai di kos dengan tenaga yanng sedikit terhempas di jalan dan segera prepare barang dan perlengkapan
Sabtu malam,
Stasiun jatinegara menjadi tempat singgah, kereta api segera mengantarkan diri menuju kutoarjo.
Masih melaksanakan amanah dan tugas di Jakarta.
Jakarta Timur-Jakarta Pusat-Jakarta Utara.
Sabtu petang,
Berhasil sampai di kos dengan tenaga yanng sedikit terhempas di jalan dan segera prepare barang dan perlengkapan
Sabtu malam,
Stasiun jatinegara menjadi tempat singgah, kereta api segera mengantarkan diri menuju kutoarjo.
Ahad dini hari,
Beberapa saat sebelum shubuh, terlantar di stasiun di sebuah kota yang baru pertama kali kukunjungi.
Masjidpun menjadi pilihan utama menunggu mentari bersinar.
Dan angkot menjadi alternatif menuju hotel tempat teman-teman yang lebih dulu sampai menginap.
Ahad pagi,
Pantai laut selatan menjadi tujuan. Berjalan di tepi pantai, bertiup angin berhembus.
Sejenak mensyukuri anugerah Illahi. Merefresh otak dan pikiran. Suasana segar pedesaan berlanjut deburan ombak indah menawan.
Sepak bola pantai berhasil mengobati kenangan masa-masa kuliah. Sejenak, tapi cukup menguras tenaga.
Ahad siang,
walimah seorang sahabat di Purworejo. Pernikahan urutan keempat dari 52 orang angkatan kami. Dan ini berarti, sahabat ini harus menunaikan push up sebanyak 48 kali.
di tengah hadirin yang berbahagia menyambut pasangan baru ini, kami minta waktu untuk sebuah "eksekusi".
Push up 48 kali sebagai komitmen kesepakatan kami.
Dan Alhamdulillah itu terlaksana dengan baik.
Masih di ahad siang sekitar pukul 13.00.
Timbul rencana pulang kampung walaupun sebelumnya tak ada rencana untuk itu. Mumpung ada teman dan keluarganya yang bawa mobil, alhamdulillah bisa nebeng. Walaupun tidak langsung ke rumah. Tapi ga apa-apa.
Langsung berangkat menuju Jogja, singgah sejenak di kediaman adik dari seorang sahabat,
Lalu berlanjut naik turun gunung di gunung kidul.
pemandangan menawan di ketinggian. tantangan berkeloknya jalan, berputar membelah gunung.
naik, turun, putar, belok, itulah hiasan perjalanan. dan seprti itu pula jalan kehidupan yang kita lalui.
Badanpun sudah mulai ga karuan.
Ahad petang,
Sampailah di kota Pacitan. Rumah seorang sahabat yang baru pulang dari Batam.
Hanya sejenak diriku mampir di rumahnya.
sebentar menginjakkan kaki menyentuh bumi, setelah sekian lama berada dalam kuda besi.
Segera mencari bus untuk menuju Ponorogo tercinta karena hari mulai malam.
"masih ada ga ya, bus yang ke ponorogo?"
Dan ternyata tinggal satu bus yang akan berangkat dan itu bus terakhir.
Berlanjutlah perjalananku.
Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam molor menjadi 3 jam karena bus ngetemnya lama buanget. Bahkan banyak penumpang yang marah-marah gara-gara sopir tak kunjung memberangkatkan bus dan malah ngobrol sambil ketawa-ketawa di warung seberang jalan.
Ahad malam sekitar pukul 21.30
Sempat terlantar di kota kelahiran. Lengkap dengan guyuran gerimis hujan dan dilanda kelaparan. Lengkaplah sudah !!!
Sejenak menunaikan kewajiban sholat maghrib-isya jama’ qoshor di masjid terbesar di kotaku,
Mulai berjalan menuju rumah tinggal sambil mengenang perjalanan panjang di luar rencana.
Jam 22.00 baru nyampe rumah. Alhamdulillah langsung disambut keluarga dengan hangat.
Ngobrol melepas kangen dan bertukar kisah.
Senin jam 11.00
Sudah harus ada di terminal karena bus akan berangkat.
Bus dari Ponorogo menuju Jakarta.
Terpaksa meninggalkan keluarga tercinta untuk menuju ibu kota menunaikan tugas negara.
Kalau kuhitung-hitung, diriku berada di rumah hanya beberapa saat.
Ditambah badan serasa patah-patah setelah menempuh perjalanan sangat panjang dan melelahkan.
Dan akhirnya jalan panjang kembali kunikmati dari balik kaca sebuah bus executive.
Hamparan sawah, rimbunnya hutan melambai seolah berpamitan denganku.
Inilah saatnya tidur panjang, sebagai pengganti waktu istirahat yang hilang dua hari terakhir ini.
Dan kusiapkan tubuh, karena esok amanah sudah menanti.
Kerja-kuliah-dan banyak lagi.
Sebuah perjalanan yang luar biasa....
Sempat kuberpikir dan merenung, apa yang membuatku memutuskan untuk pulang ke kampung walaupun dari segi waktu dan tenaga sangat terbatas.
Ternyata, tarikan batin anak-orang tua yang menuntun jiwaku menuju rumah.
Rasa sayang dan rindu ayah-ibu yang membuatku mellupakan rasa lelah dan remuk badan.
Asalkan bertemu dan berkisah dengan ibu, rasa lelah terobati,
Asalkan bisa kucium kedua tangan beliau, hilang sudah beban di jiwa.
Asalkan bisa menatap wajah beliau yang berhiaskan senyum nan cerah, kan kutempuh perjalanan panjang walaupun penuh perjuangan.
Selagi Allah masih memberikan waktu.
Sebelum saat itu datang,
Ketika beliau meninggalkanku, atau aku yang meninggalkan beliau.
Karena saat itu pasti datang menghampiri.
Khomsun Arifin
suatu pagi di hari ibu
Read More......
Beberapa saat sebelum shubuh, terlantar di stasiun di sebuah kota yang baru pertama kali kukunjungi.
Masjidpun menjadi pilihan utama menunggu mentari bersinar.
Dan angkot menjadi alternatif menuju hotel tempat teman-teman yang lebih dulu sampai menginap.
Ahad pagi,
Pantai laut selatan menjadi tujuan. Berjalan di tepi pantai, bertiup angin berhembus.
Sejenak mensyukuri anugerah Illahi. Merefresh otak dan pikiran. Suasana segar pedesaan berlanjut deburan ombak indah menawan.
Sepak bola pantai berhasil mengobati kenangan masa-masa kuliah. Sejenak, tapi cukup menguras tenaga.
Ahad siang,
walimah seorang sahabat di Purworejo. Pernikahan urutan keempat dari 52 orang angkatan kami. Dan ini berarti, sahabat ini harus menunaikan push up sebanyak 48 kali.
di tengah hadirin yang berbahagia menyambut pasangan baru ini, kami minta waktu untuk sebuah "eksekusi".
Push up 48 kali sebagai komitmen kesepakatan kami.
Dan Alhamdulillah itu terlaksana dengan baik.
Masih di ahad siang sekitar pukul 13.00.
Timbul rencana pulang kampung walaupun sebelumnya tak ada rencana untuk itu. Mumpung ada teman dan keluarganya yang bawa mobil, alhamdulillah bisa nebeng. Walaupun tidak langsung ke rumah. Tapi ga apa-apa.
Langsung berangkat menuju Jogja, singgah sejenak di kediaman adik dari seorang sahabat,
Lalu berlanjut naik turun gunung di gunung kidul.
pemandangan menawan di ketinggian. tantangan berkeloknya jalan, berputar membelah gunung.
naik, turun, putar, belok, itulah hiasan perjalanan. dan seprti itu pula jalan kehidupan yang kita lalui.
Badanpun sudah mulai ga karuan.
Ahad petang,
Sampailah di kota Pacitan. Rumah seorang sahabat yang baru pulang dari Batam.
Hanya sejenak diriku mampir di rumahnya.
sebentar menginjakkan kaki menyentuh bumi, setelah sekian lama berada dalam kuda besi.
Segera mencari bus untuk menuju Ponorogo tercinta karena hari mulai malam.
"masih ada ga ya, bus yang ke ponorogo?"
Dan ternyata tinggal satu bus yang akan berangkat dan itu bus terakhir.
Berlanjutlah perjalananku.
Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam molor menjadi 3 jam karena bus ngetemnya lama buanget. Bahkan banyak penumpang yang marah-marah gara-gara sopir tak kunjung memberangkatkan bus dan malah ngobrol sambil ketawa-ketawa di warung seberang jalan.
Ahad malam sekitar pukul 21.30
Sempat terlantar di kota kelahiran. Lengkap dengan guyuran gerimis hujan dan dilanda kelaparan. Lengkaplah sudah !!!
Sejenak menunaikan kewajiban sholat maghrib-isya jama’ qoshor di masjid terbesar di kotaku,
Mulai berjalan menuju rumah tinggal sambil mengenang perjalanan panjang di luar rencana.
Jam 22.00 baru nyampe rumah. Alhamdulillah langsung disambut keluarga dengan hangat.
Ngobrol melepas kangen dan bertukar kisah.
Senin jam 11.00
Sudah harus ada di terminal karena bus akan berangkat.
Bus dari Ponorogo menuju Jakarta.
Terpaksa meninggalkan keluarga tercinta untuk menuju ibu kota menunaikan tugas negara.
Kalau kuhitung-hitung, diriku berada di rumah hanya beberapa saat.
Ditambah badan serasa patah-patah setelah menempuh perjalanan sangat panjang dan melelahkan.
Dan akhirnya jalan panjang kembali kunikmati dari balik kaca sebuah bus executive.
Hamparan sawah, rimbunnya hutan melambai seolah berpamitan denganku.
Inilah saatnya tidur panjang, sebagai pengganti waktu istirahat yang hilang dua hari terakhir ini.
Dan kusiapkan tubuh, karena esok amanah sudah menanti.
Kerja-kuliah-dan banyak lagi.
Sebuah perjalanan yang luar biasa....
Sempat kuberpikir dan merenung, apa yang membuatku memutuskan untuk pulang ke kampung walaupun dari segi waktu dan tenaga sangat terbatas.
Ternyata, tarikan batin anak-orang tua yang menuntun jiwaku menuju rumah.
Rasa sayang dan rindu ayah-ibu yang membuatku mellupakan rasa lelah dan remuk badan.
Asalkan bertemu dan berkisah dengan ibu, rasa lelah terobati,
Asalkan bisa kucium kedua tangan beliau, hilang sudah beban di jiwa.
Asalkan bisa menatap wajah beliau yang berhiaskan senyum nan cerah, kan kutempuh perjalanan panjang walaupun penuh perjuangan.
Selagi Allah masih memberikan waktu.
Sebelum saat itu datang,
Ketika beliau meninggalkanku, atau aku yang meninggalkan beliau.
Karena saat itu pasti datang menghampiri.
Khomsun Arifin
suatu pagi di hari ibu
Selasa, 21 Desember 2010
iseng-iseng buat buah karya
Masa-masa SMA yang penuh ekspresi,
proses pencarian diri.
banyak hal kucoba dan kucari.
dan berusaha menyelami diri dalam karya seni.
iseng-iseng melukis dan buat karya seni....
sebagai sarana ekspresi diri.
walaupun ga bagus,
tapi bisa memuaskan batin.
karya seni buatan tangan sendiri
Read More......
Setan pun Takut
pada suatu malam dikala itu masih begitu hening.. setan menghampiri seorang manusia. entah bagaimana awalnya akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengikat tali persahabatan.
ketika waktu subuh berakhir dan manusia itu tidak mengerjakan sholat, maka setan pun tersenyum sambil brgumam "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku...!"
ketika waktu subuh berakhir dan manusia itu tidak mengerjakan sholat, maka setan pun tersenyum sambil brgumam "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku...!"
begitupun ketika waktu dzuhur orang itu tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin "rupanya orang ini benar-benar bakal menjadi sahabat sejatiku di akhirat nanti...!"
ketika waktu ashar hampir habis tetapi setan melihat temannya (manusia) itu masih juga asyik dengan kegiatannya. setan mulai terdiam...!
kemudian ketika datang waktunya maghrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, setan mulai gelisah. senyumnya sudah berubah menjadi kecut!
setan mulai murung. dari wajahnya nampak bahwa ia sedang mengingat-ingat sesuatu yang dialami nenek moyangnya!!
dan akhirnya ketika ketika dilihatnya sahabatnya (manusia) itu tidak juga mengerjakan shalat isya, maka setan itu sangat panik!!! ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan. " wahai sobat.. aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!!"
Dengan penuh keheranan manusia itu bertanya, " kenapa engkau ingkar janji, bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?"
" Aku takut!!" jawab setan dengan suara gemetar." Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud kepada Adam, telah dilaknat-Nya hingga akhir kiamat!! apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud langsung kepada-Nya! tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu!!" kata setan sambil berlalu pergi meninggalkan manusia itu.
ridwan@siapkpu
Read More......
ketika waktu ashar hampir habis tetapi setan melihat temannya (manusia) itu masih juga asyik dengan kegiatannya. setan mulai terdiam...!
kemudian ketika datang waktunya maghrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, setan mulai gelisah. senyumnya sudah berubah menjadi kecut!
setan mulai murung. dari wajahnya nampak bahwa ia sedang mengingat-ingat sesuatu yang dialami nenek moyangnya!!
dan akhirnya ketika ketika dilihatnya sahabatnya (manusia) itu tidak juga mengerjakan shalat isya, maka setan itu sangat panik!!! ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan. " wahai sobat.. aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!!"
Dengan penuh keheranan manusia itu bertanya, " kenapa engkau ingkar janji, bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?"
" Aku takut!!" jawab setan dengan suara gemetar." Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud kepada Adam, telah dilaknat-Nya hingga akhir kiamat!! apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud langsung kepada-Nya! tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu!!" kata setan sambil berlalu pergi meninggalkan manusia itu.
ridwan@siapkpu
TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
Selama kita masih DIBODOHI oleh KEINGINAN-KEINGINAN,
Selama itu pula kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan.
Kita harus mampu menaklukkan diri sendiri,
Dari perbuatan yang menghinakan menghinakan diri
Dari KEBANGGAAN SEMU dengan banyaknya harta
Musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri
Benteng hitam yang paling kokoh adalah nafsu
Yang bersemayam di dalam dada ini
Taklukkan diri sendiri niscaya akan dapat menaklukkan dunia
Perangi hawa nafsu niscaya akan mendapat kemenangan
Apabila syetan telah menggerogoti dada,
Memompa nafsu,
Menggerayangi kalbu,
Sehingga menjadi takut dan was-was dengan KEMISKINAN,
Maka segeralah berlindung kepada Sang Pencipta
“DAN JIKA KAMU DITIMPA SUATU GODAAN SYETAN , MAKA BERLINDUNGLAHKEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENDENGAR DAN MAHA MENGETAHUI”
(QS AL’Araaf (7) :200)
Tekan segala keinginan yang kurang bermanfaat;
Perteguh hati dengan perbuatan-perbuatan yang baik;
Dan benahi hati dari dendam kesumat, iri dan dengki
Hilangkan rasa bangga terhadap diri sendiri dan merendahkan orang lain.
Ketuklah pintu Rab-mu ketika marah, membenci sesuatu,
jiwa tergoncang dan jiwa labil..
Ikhlaskan dan bertawakkallah kepada-Nya
“...DAN HATI MEREKA MENJADI TENTRAM DENGAN MENGINGAT ALLAH
(ZIKRULLAH).INGATLAH HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH LAH HATI MENJADI TENTRAM
(QS Ar-Ra’d (13) : 28)
Allah-lah mata air ketentraman batin.
Nafsu menjadi dingin dengan melakukan perintah-NYA
Mata menjadi sejuk dengan ber”tamu” kepada-NYA saat malam tiba;
Dengan bertakwa kepada-NYA
Keresahan berubah menjadi kesenangan.
Hanya dengan mengingat-NYA ,
Kita akan mampu menekan hawa nafsu, egoisme dan kecongkakan diri
dan berhenti dari kemaksiatan.
"Yaitu orang-orang yang apabila mereka berbuat dosa dan menganiaya diri mereka sendiri, mereka segera ingat Allah dan langsung memohon ampun atas dosa-dosanya dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut." ( QS Ali Imran : 135)
Dengan menaklukkan diri sendiri
Kita telah terbebas dari penjara kesengsaraan,
Telah terhindar dari jalan yang berlubang
Telah menyingkir dari badai yang menggulung,
Telah terbebas dari penyakit hati, dan
Telah lepas dari ikatan kita dengan syetan
Seperti camar yang menari diatas awan.
Ia jauh dari pemangsa
Dan berbahagia di lengkung indahnya pelangi.
Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.
Dia bagaikan tali tali rantai
Yang mengikat tawanan dengan kekuatan besinya.
Hanya dengan melepaskan diri darinya,
Hidup kita akan menjadi sentosa
Sebab tidak akan ada lagi yang mengikat kita
Untuk terbang menuju kebahagiaan hakiki.
Jadilah seperti mawar
Jangan seperti benalu yang tidak berharga,
Jangan seperti debu yang tidak bernilai,
Jangan seperti batu yang terinjak-injak dijalanan.
Jadilah keras seperti intan
Yang bersemayam di persembunyiannya yang kokoh
Yang hanya keluar untuk sang Pemilik-Nya
Kemurnian intan selalu terjaga,
Kesejukan sinarnya melebihi embun pagi diujung daun
Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan
Namun dia kokoh melebihi bebatuan....
Jangan sampai cahayamu padam
Karena sebuah bola api yang kecil
Karena seekor serangga yang haus,
Bola api dan serangga bukanlah halangan
Untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu
Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah!
Jika ingin hidup...
Maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya,
Maka kehidupan itu akan penuh dengan kesulitan
Janganlah menghindar darinya...
Atasilah kesulitan-kesulitan itu.
Kesulitan selalu merupakan berkah yang tersembunyi
Karena akan mendatangkan yang terbaik.
Tidak ada jalan lain yang harus kita lewati
Selain jalan menuju Rahmat-NYA.
Tidak ada pintu yang kita ketuk
Saat seluruh pintu manusia tertutup untuk kita,
Kecuali Pintu-Nya.
Tiada tali yang kuat tuk tempat bergantung
Selain tali-NYA
Dan tidak ada karunia yang kita harapkan,
Kecuali karuniaNYA
YA Allah ..
Ya Rahman ...
Ya Rahim...
Ya Tuhan kami..
Hati kami telah lelah,
Tenaga kami telah terkuras
Airmata telah melelehkan semangat kami,
Langkah kamipun telah gontai
Dan bumi tempat kami berpijakpun telah bergoyang.
Ya Allah yang sinar-Mu memenuhi Timur dan Barat,
Terangilah pula kiranya hati kami
Dan bersihkan airmata kami dengan kesabaran dan ketenangan
Angkatlah Hijab kesulitan yang membuat airmata kami menetes
Lupakanlah ingatan kami akan awan hitam yang melekat
Dan ringankanlah langkah kami yang gontai ...
Menuju ampunan dan keridloan-Mu
Ya Allah sempurnakanlah sinar-Mu
Tunjukilah dan bimbinglah kami,
Besarlah rasa maaf-Mu,
Maafkanlah dosa-dosa kami
Hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami
Bagi-Mulah segala puja dan puji....
Bulan Cahaya
Ogifebri@siapkpu
Read More......
Perangi hawa nafsu niscaya akan mendapat kemenangan
Apabila syetan telah menggerogoti dada,
Memompa nafsu,
Menggerayangi kalbu,
Sehingga menjadi takut dan was-was dengan KEMISKINAN,
Maka segeralah berlindung kepada Sang Pencipta
“DAN JIKA KAMU DITIMPA SUATU GODAAN SYETAN , MAKA BERLINDUNGLAHKEPADA ALLAH. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENDENGAR DAN MAHA MENGETAHUI”
(QS AL’Araaf (7) :200)
Tekan segala keinginan yang kurang bermanfaat;
Perteguh hati dengan perbuatan-perbuatan yang baik;
Dan benahi hati dari dendam kesumat, iri dan dengki
Hilangkan rasa bangga terhadap diri sendiri dan merendahkan orang lain.
Ketuklah pintu Rab-mu ketika marah, membenci sesuatu,
jiwa tergoncang dan jiwa labil..
Ikhlaskan dan bertawakkallah kepada-Nya
“...DAN HATI MEREKA MENJADI TENTRAM DENGAN MENGINGAT ALLAH
(ZIKRULLAH).INGATLAH HANYA DENGAN MENGINGAT ALLAH LAH HATI MENJADI TENTRAM
(QS Ar-Ra’d (13) : 28)
Allah-lah mata air ketentraman batin.
Nafsu menjadi dingin dengan melakukan perintah-NYA
Mata menjadi sejuk dengan ber”tamu” kepada-NYA saat malam tiba;
Dengan bertakwa kepada-NYA
Keresahan berubah menjadi kesenangan.
Hanya dengan mengingat-NYA ,
Kita akan mampu menekan hawa nafsu, egoisme dan kecongkakan diri
dan berhenti dari kemaksiatan.
"Yaitu orang-orang yang apabila mereka berbuat dosa dan menganiaya diri mereka sendiri, mereka segera ingat Allah dan langsung memohon ampun atas dosa-dosanya dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut." ( QS Ali Imran : 135)
Dengan menaklukkan diri sendiri
Kita telah terbebas dari penjara kesengsaraan,
Telah terhindar dari jalan yang berlubang
Telah menyingkir dari badai yang menggulung,
Telah terbebas dari penyakit hati, dan
Telah lepas dari ikatan kita dengan syetan
Seperti camar yang menari diatas awan.
Ia jauh dari pemangsa
Dan berbahagia di lengkung indahnya pelangi.
Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.
Dia bagaikan tali tali rantai
Yang mengikat tawanan dengan kekuatan besinya.
Hanya dengan melepaskan diri darinya,
Hidup kita akan menjadi sentosa
Sebab tidak akan ada lagi yang mengikat kita
Untuk terbang menuju kebahagiaan hakiki.
Jadilah seperti mawar
Jangan seperti benalu yang tidak berharga,
Jangan seperti debu yang tidak bernilai,
Jangan seperti batu yang terinjak-injak dijalanan.
Jadilah keras seperti intan
Yang bersemayam di persembunyiannya yang kokoh
Yang hanya keluar untuk sang Pemilik-Nya
Kemurnian intan selalu terjaga,
Kesejukan sinarnya melebihi embun pagi diujung daun
Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan
Namun dia kokoh melebihi bebatuan....
Jangan sampai cahayamu padam
Karena sebuah bola api yang kecil
Karena seekor serangga yang haus,
Bola api dan serangga bukanlah halangan
Untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu
Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah!
Jika ingin hidup...
Maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya,
Maka kehidupan itu akan penuh dengan kesulitan
Janganlah menghindar darinya...
Atasilah kesulitan-kesulitan itu.
Kesulitan selalu merupakan berkah yang tersembunyi
Karena akan mendatangkan yang terbaik.
Tidak ada jalan lain yang harus kita lewati
Selain jalan menuju Rahmat-NYA.
Tidak ada pintu yang kita ketuk
Saat seluruh pintu manusia tertutup untuk kita,
Kecuali Pintu-Nya.
Tiada tali yang kuat tuk tempat bergantung
Selain tali-NYA
Dan tidak ada karunia yang kita harapkan,
Kecuali karuniaNYA
YA Allah ..
Ya Rahman ...
Ya Rahim...
Ya Tuhan kami..
Hati kami telah lelah,
Tenaga kami telah terkuras
Airmata telah melelehkan semangat kami,
Langkah kamipun telah gontai
Dan bumi tempat kami berpijakpun telah bergoyang.
Ya Allah yang sinar-Mu memenuhi Timur dan Barat,
Terangilah pula kiranya hati kami
Dan bersihkan airmata kami dengan kesabaran dan ketenangan
Angkatlah Hijab kesulitan yang membuat airmata kami menetes
Lupakanlah ingatan kami akan awan hitam yang melekat
Dan ringankanlah langkah kami yang gontai ...
Menuju ampunan dan keridloan-Mu
Ya Allah sempurnakanlah sinar-Mu
Tunjukilah dan bimbinglah kami,
Besarlah rasa maaf-Mu,
Maafkanlah dosa-dosa kami
Hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami
Bagi-Mulah segala puja dan puji....
Bulan Cahaya
Ogifebri@siapkpu
Kamis, 09 Desember 2010
Harus terlambat lagi kah????
Hari ini..
Seperti biasa aku terlambat lagi sampai di kantor..
Telat lagi, dan telat lagi..
Sejak itu aku mulai berpikir..
Betapa aku kehilangan banyak penghasilan dari semua keterlambatanku??
potongan gaji sudah menghantui
Betapa ruginya aku??
Badanku masih terlalu sehat untuk bisa datang lebih awal..
Waktuku masih terlalu sayang untuk diganjar dengan sebuah keterlambatan..
Mulai saat ini aku akan usahakan tidak akan terlambat lagi absen pagi..
Seperti biasa aku terlambat lagi sampai di kantor..
Telat lagi, dan telat lagi..
Sejak itu aku mulai berpikir..
Betapa aku kehilangan banyak penghasilan dari semua keterlambatanku??
potongan gaji sudah menghantui
Betapa ruginya aku??
Badanku masih terlalu sehat untuk bisa datang lebih awal..
Waktuku masih terlalu sayang untuk diganjar dengan sebuah keterlambatan..
Mulai saat ini aku akan usahakan tidak akan terlambat lagi absen pagi..
Hari ini lagi..
Seperti biasa aku terlambat sarapan pagi..
Perutku keroncongan minta di isi..
Aku harus langkahkan kaki ke kantin..
hingga aku tidak berada di tempat kerja pagi ini..
Tapi tidak seperti hari-hari biasa di kantin..
Tim penegak disiplin memasukkan namaku dalam daftar hitamnya..
(ada pekan disiplin di kantor dalam rangka hari anti korupsi)
Betapa tidak menyenangkan raut wajahnya melihatku??
Betapa malunya nanti saat apel namaku disebut Kepala Kantor ??
Panggilan menuju ruang Kepatuhan Internal pun tinggal menunggu waktu..
wawancara bagai terdakwa di muka sidang sudah di depan mata.
Mulai saat ini aku akan berusaha untuk lebih disiplin lagi..
Hari ini juga..
Seperti biasa adzan dzhuhur dan ‘ashar dikumandangkan..
Alhamdulillah..
Untuk kasus yang satu ini aku tidak terlambat..
Masih seperti hari-hari biasa..
Shaf-shaf masjid belum terisi penuh..
Seandainya aku terlambat..
Betapa tidak menyenangkan??
Malaikat memasukkan namaku dalam buku catatan amalku..
Tidak akan luput..
Dan tidak akan pernah bisa luput..
Betapa malunya nanti ketika ditanya Allah ‘azza wa jalla di hari kiamat??
Betapa aku kehilangan banyak pahala dari keterlambatanku??
Betapa ruginya aku??
Membela absen kantor mati-matian..
Membela duduk di tempat kerja dari pagi hingga petang dengan setia..
Tapi..
Mengabaikan seruan ilahi..
Menunda-nunda dengan alasan sibuk atau asyik bermain game..
Pasti dan pasti..
Laknat Allah di dunia dan akhirat tinggal menunggu waktu..
Mulai hari ini kupatrikan dalam hati..
aku akan berusaha untuk tidak akan terlambat..
Menjawab panggilanmu ya Allah..
Haruskah aku terlambat ketiga kalinya untuk kasus yang berbeda?
taufik@siapkpu
Read More......
Seperti biasa aku terlambat sarapan pagi..
Perutku keroncongan minta di isi..
Aku harus langkahkan kaki ke kantin..
hingga aku tidak berada di tempat kerja pagi ini..
Tapi tidak seperti hari-hari biasa di kantin..
Tim penegak disiplin memasukkan namaku dalam daftar hitamnya..
(ada pekan disiplin di kantor dalam rangka hari anti korupsi)
Betapa tidak menyenangkan raut wajahnya melihatku??
Betapa malunya nanti saat apel namaku disebut Kepala Kantor ??
Panggilan menuju ruang Kepatuhan Internal pun tinggal menunggu waktu..
wawancara bagai terdakwa di muka sidang sudah di depan mata.
Mulai saat ini aku akan berusaha untuk lebih disiplin lagi..
Hari ini juga..
Seperti biasa adzan dzhuhur dan ‘ashar dikumandangkan..
Alhamdulillah..
Untuk kasus yang satu ini aku tidak terlambat..
Masih seperti hari-hari biasa..
Shaf-shaf masjid belum terisi penuh..
Seandainya aku terlambat..
Betapa tidak menyenangkan??
Malaikat memasukkan namaku dalam buku catatan amalku..
Tidak akan luput..
Dan tidak akan pernah bisa luput..
Betapa malunya nanti ketika ditanya Allah ‘azza wa jalla di hari kiamat??
Betapa aku kehilangan banyak pahala dari keterlambatanku??
Betapa ruginya aku??
Membela absen kantor mati-matian..
Membela duduk di tempat kerja dari pagi hingga petang dengan setia..
Tapi..
Mengabaikan seruan ilahi..
Menunda-nunda dengan alasan sibuk atau asyik bermain game..
Pasti dan pasti..
Laknat Allah di dunia dan akhirat tinggal menunggu waktu..
Mulai hari ini kupatrikan dalam hati..
aku akan berusaha untuk tidak akan terlambat..
Menjawab panggilanmu ya Allah..
Haruskah aku terlambat ketiga kalinya untuk kasus yang berbeda?
taufik@siapkpu
Langganan:
Postingan (Atom)














